THE EYE

Shinbul
Chapter #1

DACHAU

Siang ini matahari sungguh terik sekali, tapi hal itu tidak menyurutkan jiwa-jiwa seniman di Kota Dachau ini untuk mengikuti event Festival Melukis di alam terbuka yang sedang berlangsung sangat meriah. Ratusan pelukis dari berbagai penjuru Eropa turut hadir dan memeriahkan event Festival Melukis ini, bahkan saking ramainya ada ungkapan bahwa satu dari setiap sepuluh penduduk di Kota Dachau saat itu adalah seorang pelukis. Kota Dachau pun tumbuh sejajar dengan koloni seni terkenal lain seperti Worpswede di Jerman atau Barbizon di Prancis. Memang lanskap alam di Kota Dachau sangat menarik. Kota Dachau di Jerman merupakan pusat seni dan budaya yang sangat indah serta menjadi salah satu koloni seniman (Artist Colony) paling penting di Eropa sebelum Perang Dunia I (PD 1).

Banyak pelukis ternama Jerman dan Eropa menghabiskan waktu, membuka sekolah seni pribadi, atau menetap di Dachau. Beberapa di antaranya ada, Adolf Holzel, Ludwig Dill, Arthur Langhammer, yang merupakan Tiga serangkai pelopor kelompok "The Dachauer" yang sukses mengguncang dunia seni Berlin pada pameran tahun 1898. Ada juga seniman lain bernama Carl Spitzweg, Max Liebermann, Lovis Corinth, Emil Nolde, merupakan Tokoh-tokoh besar seni modern yang tercatat pernah melukis dan belajar di sana. Selain itu Kota Dachau juga menjadi tempat perlindungan bagi seniman perempuan yang pada masa itu belum diizinkan belajar di akademi seni resmi Munich.

Namun masa jaya dan keemasan Kota Dachau sebagai kota seniman pun berakhir pada tahun 1914, seiring dengan pecahnya Perang Dunia I (PD 1), di sini banyak para seniman yang diwajibkan dan harus maju ke medan perang, dan akhirnya mereka pun tidak pernah kembali lagi ke Kota Dachau. Lalu tren seni pun akhirnya mulai bergeser ke tema dan era indsutri di Kota-kota Besar. Dengan keberadaan pabrik-pabrik ini mengubah Kota Dachau dari kota kecil yang tenang menjadi salah satu pusat manufaktur persenjataan penting di Jerman Selatan.

Lihat selengkapnya