Blurb
Aku hanya melakukan aktivitas seperti biasa, dan tidur seperti biasa. Tapi... kenapa aku tiba-tiba terbangun di sini? Ini bukan kamarku, ini bukan tubuhku. Namun anehnya, wajah ini memiliki kemiripan denganku. Bagaimana aku bisa terdampar di tempat ini?
Di tengah usahaku memahami situasi gila ini, aku harus berhadapan dengan orang-orang yang mengklaim sebagai keluargaku. Ada seorang pria tampan tapi galak yang mengaku-ngaku sebagai kakakku, dayang super lembut yang membuatku tidak tega untuk marah padanya, dan sebuah kediaman raksasa yang sepertinya dirancang khusus untuk membuatku tersesat.
Tapi, ternyata ada mimpi buruk yang jauh lebih besar dari sekadar tersesat di rumah besar ini.
Belum genap sehari aku berada di sini, sekelompok pembunuh sudah mengincar nyawaku. Beruntung, ada seorang pria bertopeng yang menolongku. Awalnya kupikir dia sekutu, tapi ternyata dia tidak lebih dari seorang pembunuh berdarah dingin. Wajahnya selalu datar tanpa emosi, kemampuan bertarungnya mengerikan, dan yang paling menakutkan... dia seolah mengetahui semua gerak-gerikku.
Aku takut padanya. Aku ragu dia teman atau musuh. Dia menyelamatkanku, tapi juga mengancam bagiku, dia terlalu mengerikan dengan wajah dingin dan datarnya itu. Aku sudah bertekad untuk selalu menghindarinya, tapi entah bagaimana... kami selalu bertemu.
Kumohon... aku hanya ingin pulang... kenapa rasanya begitu sulit?