Blurb
Tidak ada yang aneh dengan hari itu.
Sampai hujan turun.
Di tengah kelas yang tetap berjalan seperti biasa, Aruna Kai menyadari sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.
Ada satu kursi yang tiba-tiba terisi.
Seorang gadis duduk di sana.
Tenang. Tidak mencolok. Berbicara seperti siswa lain.
Masalahnya, tidak ada yang menyadari dia ada.
Bagi semua orang, kursi itu tetap kosong.
Saat hujan berhenti, gadis itu menghilang.
Tidak ada yang bertanya. Tidak ada yang merasa kehilangan. Bahkan tidak ada yang ingat bahwa dia pernah ada.
Kecuali Aruna.
Awalnya dia mencoba mencari penjelasan.
Lalu dia menyadari sesuatu yang lebih sederhana.
Gadis itu hanya muncul saat hujan turun.
Dan setiap kali hujan berhenti, dunia akan melupakannya lagi.
Di antara waktu yang terbatas itu, mereka mulai berbicara.
Percakapan kecil yang seharusnya tidak berarti, tapi perlahan menjadi sesuatu yang sulit untuk diabaikan.
Tanpa sadar, Aruna mulai menunggu hujan.
Bukan karena dia menyukai hujan.
Tapi karena hanya itu satu-satunya cara dia bisa bertemu dengannya.
Namun seiring waktu, ada sesuatu yang mulai berubah.
Bukan pada dunia.
Tapi pada dirinya sendiri.
Dia mulai lupa.
Detail kecil tentang gadis itu perlahan hilang. Nama, suara, bahkan wajahnya mulai terasa tidak jelas.
Seolah mengingatnya pun memiliki batas.
Sekarang, Aruna dihadapkan pada satu hal yang tidak bisa dia hindari.
Jika suatu hari dia benar-benar lupa. . .
Apakah gadis itu masih pernah ada?