The Grey Area: Garis Batas Realita

Abdul Djafar K Yahya
Chapter #3

Bab 2 Harapan Palsu di Balik Layar

Pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya. Mentari belum sepenuhnya merobek kabut di atas desa, tetapi Dafa sudah kembali terpaku di depan layar laptopnya. Secangkir kopi hitam yang mulai mendingin menemaninya menelusuri forum-forum webmaster internasional. Janji yang ia ucapkan kepada ibunya semalam terus berdengung di telinga, berkejaran dengan bayangan wajah ayahnya yang terbaring lemah, serta tuntutan konyol Riko yang memekakkan telinga.

Dafa tahu, membesarkan sebuah website secara organik butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari iklan. Ia tidak punya kemewahan bernama waktu. Ia butuh jalan pintas.

Jari-jarinya menari cepat di atas keyboard, mengetikkan kata kunci pencarian di sebuah grup diskusi daring: "Fastest way to boost website traffic and monetize."

Ribuan balasan muncul, mayoritas berisi saran standar yang sudah ia terapkan. Namun, sebuah pesan pribadi tiba-tiba masuk ke kotak masuknya. Pengirimnya menggunakan nama "Arthur_SEO_Expert", dengan foto profil seorang pria berjas rapi berlatar belakang gedung pencakar langit yang ia klaim berada di London.

"Hello, mate. I saw your post. Your website has potential, but your SEO is a mess. I can push 50,000 organic visitors to your site in a week and get your ad monetization approved instantly. Premium package, only for $300."

Jantung Dafa berdegup lebih kencang. Tiga ratus dolar. Jika dirupiahkan, jumlah itu mencapai hampir lima juta rupiah. Dafa segera membuka aplikasi perbankan di ponselnya. Angka yang tertera di layar adalah Rp5.250.000, seluruh sisa tabungannya dari hasil merantau yang berniat ia jadikan pegangan untuk biaya pengobatan bapak dan makan sehari-hari.

Lihat selengkapnya