The Grey Area: Garis Batas Realita

Abdul Djafar K Yahya
Chapter #12

Bab 11 Baris Kode Penukar Nyawa

Anggun menutup teleponnya dengan tangan bergetar. Wajahnya pias menatap Dafa yang berdiri kaku di lorong.

"Dia setuju, Mas," bisik Anggun, nyaris tak terdengar. "Dia minta tautan website-nya sudah aktif jam enam pagi ini, lengkap dengan dasbor analitik palsu yang menunjukkan sepuluh ribu pengunjung aktif. Kalau selesai, asistennya akan langsung transfer tujuh puluh juta ke rekening Mas Dafa jam tujuh pagi sebelum sidang kampusnya mulai."

Dafa mengangguk pelan. Tujuh puluh juta. Angka itu kini bukan lagi sekadar nominal, melainkan detak jantung bapaknya.

Namun, sedetik kemudian, realita kembali menamparnya dengan keras.

"Nggun... Mas baru saja menggadaikan laptop Mas," ucap Dafa getir, mengusap wajahnya yang kasar. "Mas nggak punya alat untuk coding. Pakai ponsel nggak akan mungkin selesai membuat sistem semacam itu dalam enam jam."

Kepanikan kembali menyergap. Riko yang sedari tadi mendengarkan, mengedarkan pandangannya ke sekeliling lorong rumah sakit yang sepi. Matanya tertuju pada meja perawat di ujung lorong bangsal, tak jauh dari ruang ICU. Di atas meja kayu berlapis HPL putih itu, tergeletak sebuah komputer desktop usang dengan monitor tabung tebal yang menyala menampilkan screensaver logo rumah sakit.

Perawat jaga malam itu sedang berkeliling memeriksa kamar pasien, meninggalkan meja itu kosong tanpa penjagaan.

Lihat selengkapnya