The Grey Area: Garis Batas Realita

Abdul Djafar K Yahya
Chapter #14

Bab 13 Bius Kebohongan

Pukul 07.15 WIB.

Mesin pencetak struk EDC di loket administrasi berderak cepat, mengeluarkan kertas putih panjang setelah Dafa berhasil mentransfer dana pelunasan dari aplikasi perbankannya ke rekening rumah sakit. Suara derak mesin itu terdengar seperti detak jantung kedua bagi Dafa. Begitu kuitansi berstempel 'LUNAS' disodorkan oleh kasir, beban seberat gunung berapi seakan terangkat dari pundaknya, namun digantikan oleh lumpur dosa yang mengotori nuraninya.

Dafa berlari menyusuri lorong, melambai pada perawat jaga. Sepuluh menit kemudian, roda ranjang dorong berderit memecah keheningan bangsal. Bapaknya yang masih tak sadarkan diri dengan selang intubasi di mulutnya didorong masuk ke balik pintu ganda bertuliskan Ruang Operasi Utama.

Lampu indikator merah di atas pintu itu menyala. Operasi bypass jantung dimulai.

Di ruang tunggu luar, keheningan yang berbeda kini menyelimuti keluarga itu. Ibu Dafa duduk di kursi besi, meremas tasbih kayu usangnya dengan tangan gemetar. Riko duduk bersila di lantai dengan kepala menunduk dalam, sementara Anggun berdiri mematung di dekat dispenser air, tak berani menatap mata siapa pun.

Adrenalin yang semalaman memompa darah Dafa kini mulai menguap habis. Efek samping dari kurang tidur selama tiga hari, mengonsumsi kopi berlebih, dan ketegangan meretas sistem semalaman kini menghantam fisiknya tanpa ampun. Pandangan Dafa mulai berkunang-kunang. Kepalanya berdenyut hebat seolah dihantam palu godam berulang kali. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur dari dahi dan lehernya.

Lihat selengkapnya