Pukul 02.15 dini hari.
Ruang rawat inap kelas tiga itu temaram, hanya diterangi cahaya kekuningan dari lampu tidur di atas ranjang bapak dan pendar pucat lampu jalan yang menyusup lewat jendela. Suara dengkuran halus bapak berpadu dengan ritme teratur dari mesin monitor detak jantung. Di sofa usang di sudut ruangan, Anggun tertidur pulas dengan posisi meringkuk, berselimutkan jaket lusuh milik Dafa.
Di meja kecil tak jauh dari sofa itu, laptop pinjaman milik teman Anggun tertutup rapat, masih tersambung dengan kabel pengisi daya.
Dafa duduk di kursi plastik di dekat kaki ranjang bapak. Matanya merah dan perih, namun otaknya menolak untuk beristirahat. Ancaman asisten anak pejabat sore tadi terus berputar di kepalanya seperti kaset kusut. Rektorat. Komite etik. Anggun di-DO.
Dafa menelan ludah yang terasa sepahit empedu. Ia berdiri perlahan, memastikan lantai linoleum rumah sakit tidak berderit di bawah pijakannya. Dengan langkah mengendap-endap seperti seorang pencuri di rumahnya sendiri, ia mendekati meja tempat laptop itu berada.
Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh permukaan dingin laptop tersebut. Ia menoleh ke arah Anggun. Gadis itu menggeliat kecil dalam tidurnya, merapatkan jaket Dafa ke tubuhnya. Rasa bersalah seketika mencengkeram leher Dafa. Ia sedang bersiap menodai perangkat yang digunakan adiknya untuk merajut masa depan, demi menyelamatkan masa depan itu sendiri.
Dafa membawa laptop itu ke pangkuannya, duduk bersila di lantai agar cahaya layarnya terhalang oleh pinggiran meja dan tidak mengenai wajah Anggun. Ia membuka layar.
Cahaya putih seketika menerangi wajah pucatnya. Dafa memasukkan flashdisk murah yang baru ia beli sore tadi—berisi script peretas dan program penyamar jejak (VPN dan Proxy) yang sempat ia unduh lewat ponselnya. Ia harus menembus peladen tender pemerintah daerah, sebuah sistem keamanan yang pastinya berlapis-lapis, tidak seperti website abal-abal milik anak pejabat itu.
Jari-jarinya mulai bergerak di atas keyboard. Ia mengetik dengan sangat pelan, meminimalisir bunyi ketukan tuts.