The Grey Area: Garis Batas Realita

Abdul Djafar K Yahya
Chapter #22

Bab 21 Pion Yang Dikorbankan

Udara di lorong rumah sakit itu mendadak terasa mencekik. Dafa berlari setengah gila mencari tempat sepi, mengabaikan tatapan heran beberapa perawat yang berpapasan dengannya. Ia mendorong pintu darurat yang berat, masuk ke area tangga darurat yang remang-remang dan berbau debu.

Dengan tangan gemetar yang basah oleh peluh dingin, Dafa mengeluarkan ponselnya. Ia mencari nomor tak dikenal yang menghubunginya sore kemarin—nomor asisten anak pejabat itu. Ia menekan tombol panggil.

Nada sambung berbunyi tiga kali sebelum akhirnya diangkat.

"Cepat juga lu kangen sama gue," sapa suara arogan dari seberang sana, diiringi suara denting gelas kaca. Pria itu tampaknya sedang merayakan sesuatu.

"Bangsat kalian!" desis Dafa, suaranya bergetar menahan amarah yang meledak-ledak hingga bergema di dinding tangga darurat. "Kalian bilang kalau saya serahkan datanya, urusan kita selesai! Kenapa polisi siber bisa menyita laptop teman adik saya di kampus?! Kalian sengaja menjebak saya?!"

Terdengar helaan napas panjang yang meremehkan dari ujung telepon. "Sabar, Bocah. Lu pikir gue yang laporin? Ya enggaklah! Tim siber Mabes Polri itu emang gila kerjanya. Sistem peladen pemerintah itu punya pelacak otomatis kelas kakap. Lu mungkin berhasil sembunyikan IP Address lu pakai VPN semalam, tapi Device ID dari laptop rongsokan itu tertinggal di log mereka."

Napas Dafa tertahan.

Lihat selengkapnya