Sinar matahari pagi menyusup dari celah ventilasi berdebu di kamar belakang kios servis Bang Edi. Dafa terbangun dengan tubuh pegal linu dan kepala yang terasa berat. Suara bising kendaraan dari jalan raya mulai terdengar, menandakan kota telah hidup kembali. Di luar sana, berita tentang Bupati Haryo pasti sedang menguasai setiap layar televisi dan halaman depan koran.
Dafa melirik jam dinding usang yang kacanya sudah pecah. Pukul 08.15 WIB. Waktunya tersisa kurang dari tiga puluh jam.
Ia bangkit dari kasur lipatnya, mencuci muka di wastafel kecil yang kusam oleh noda kehitaman sisa fluks solder dan debu elektronik. Ia lalu menghampiri Bang Edi yang sedang fokus menyolder motherboard komputer di meja depan sambil mendengarkan radio. Dari siaran radio itu, terdengar sayup-sayup suara pembaca berita yang mengabarkan bahwa Mabes Polri telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki skandal Alat Kesehatan Pemprov.
"Bang," panggil Dafa pelan.
Bang Edi menoleh, menurunkan kacamata soldernya. "Udah bangun kau? Kopi ada di termos itu."
"Bang, Dafa butuh pinjam laptop build-up Abang yang jaringannya paling bersih. Sama dongle Wi-Fi eksternal. Sepuluh menit saja," pinta Dafa dengan nada memohon. "Dafa harus menyelesaikan satu urusan terakhir sebelum... sebelum semuanya selesai."
Bang Edi menatap Dafa lekat-lekat. Ia menghela napas panjang, menunjuk sebuah laptop tebal berwarna hitam di sudut meja kasirnya yang penuh tumpukan hardisk. "Pakai itu. Jangan buka situs aneh-aneh, itu mesin buat flashing BIOS pelanggan."
"Makasih, Bang."
Dafa duduk di depan laptop tersebut. Tangannya bergerak cepat, menyambungkan dongle dan mencari jaringan Wi-Fi dari warung kopi di seberang jalan yang keamanannya sengaja dibiarkan terbuka. Ia tidak berniat bersembunyi kali ini. Ia justru sengaja membiarkan pintunya sedikit terbuka agar sang "kucing" bisa menemukannya.
Ia membuka browser, masuk ke sebuah forum peretas bawah tanah (dark web) tingkat rendah yang ia tahu pasti sedang dipantau ketat oleh pihak kepolisian sejak semalam. Dafa membuat sebuah utas pesan (thread) kosong yang dienkripsi dengan kunci PGP ganda, dan hanya menaruh satu baris judul yang sangat spesifik:
[UNTUK MATA DI BALIK LAYAR. DARI TIKUS KECIL. PORT 443.]
Ia menunggu. Lima menit berlalu dengan ketegangan yang membuat perutnya mual. Keringat dingin kembali membasahi telapak tangannya.