The Grey Area: Garis Batas Realita

Abdul Djafar K Yahya
Chapter #36

Bab 35 Epilog-Cahaya di Ujung Area Abu-abu

Dua tahun kemudian.

Gedung Auditorium Universitas Pelita dipenuhi oleh ribuan pasang mata, gemuruh tepuk tangan, dan haru biru para orang tua. Deretan mahasiswa bersampir toga duduk rapi, menanti puncak acara kelulusan siang itu.

Di barisan depan kursi tamu undangan, Bapak duduk dengan punggung tegap. Kemeja batiknya terlihat rapi, disetrika dengan hati-hati oleh Ibu yang duduk tersenyum di sebelahnya. Riko, yang kini telah berkuliah di akademi teknik mesin dengan biaya sendiri, memegang kamera digital, bersiap mengabadikan momen bersejarah keluarga Suyanto.

Di atas mimbar kehormatan, Anggun Maharani berdiri anggun di balik mikrofon. Selempang bertuliskan Cumlaude melingkar di bahunya. Sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Komputer dengan IPK 3.92, ia mendapat kehormatan untuk memberikan pidato pelepasan.

Anggun menatap sekeliling auditorium yang megah itu. Matanya berembun, namun senyumnya memancarkan ketegaran yang luar biasa.

"Hari ini, kita semua berdiri di sini membawa ekspektasi yang akhirnya menjadi realita," suara Anggun mengalun jernih, menggema di seluruh ruangan. "Kita merayakan malam-malam panjang penuh tugas, revisi yang tak berkesudahan, dan keringat orang tua kita yang membiayai setiap lembar kertas yang kita baca."

Anggun mengambil napas panjang, tatapannya melembut.

Lihat selengkapnya