The Guards : Survive in The World

White Blossom
Chapter #2

01 - Awal

⚜⚜⚜

“Kenapa kamu masih suka membaca buku usang ini, Louisa?” tanya Alger seraya memandang rambut pirang Louisa yang bergerak terkena angin.

Louisa menoleh seraya menggenggam erat buku di tangannya. Keningnya sedikit berkerut menanggapi pertanyaan Alger padanya. “Aku harus menyelesaikannya, Alger. Ada banyak mister tentang dunia lama di dalam buku ini.”

Alger hanya menghela napas dan bersandar pada potongan kayu di dekatnya. Taman kecil tempat mereka berkumpul itu sepi membuat pembicaraan mereka lebih leluasa. Keduanya menoleh saat mendengar suara langkah kaki mendekat.

“Louisa! Alger!”

Keduanya menoleh dengan senyum di wajah saat melihat remaja lainnya dengan kulit gelap mendekat sambil membawa sebungkus biskuit gandum di tangan. Kening remaja itu langsung berkerut saat melihat buku di tangan Louisa, ekspresi yang serupa dengan Alger. “Buku itu lagi?”

Louisa mengangguk dan mulai membuka halamannya. “Aku menemukannya di perpustakaan tua dan meminjamnya, Duncen. Tersembunyi di rak paling ujung dan hampir tidak tersentuh. Lihat kutipan ini!”

Dunia dulu terasa amat indah, kita bisa bebas berjalan dibawah birunya langit. Berlari kesana kemari dengan orang-orang terkasih. Mendengarkan alunan musik atau bernyanyi. Apapun yang kalian inginkan. Kalian bebas dan tidak akan ada yang menghalangi.

Alger melirik Louisa yang berbinar saat membaca kutipan tersebut. “Bebas, ya?”

Sampai hari itu datang, ketika langit berubah warna, awan yang tadinya putih menjadi hijau bersamaan dengan petir merah yang mengerikan. Tak lama makhluk-makhluk tak dikenal muncul. Menghancurkan segala hal di depan mata tak peduli itu hidup atau mati. Tanah menjadi merah bercampur hitam dan langit seolah menangis darah. Jeritan dan teriakan menggema. Saat itu tidak ada lagi rasa kemanusiaan yang terlihat, mereka memilih egois dan mengabaikan orang yang memerlukan bantuan. Lebih baik bergerak sendiri dari pada meminta bantuan. Itulah kata yang tepat pada saat itu. Semua itu hanyalah permulaan dari neraka baru umat manusia.

Ketiganya remaja itu hening, Alger dan Duncen saling lirik lalu Kembali memandang Louisa yang masih focus dengan halaman lusuh di depannya. “Betapa damainya dunia ini dulu.”

Alger hanya bergumam pelan, sedangkan Duncen mengangguk. “Yah, bagi kita saat ini semua itu hanya mimpi.”

Bertahun-tahun telah berlalu sejak The Guards hadir, kehidupan zamar purba kembali tercipta. Seleksi alam kembali berlaku dan rasa kemanusiaan kembali diuji. Gadis kecil yang berhasil diselamatkan The Guards saat itu berhasil membuat sebuah buku bagi generasi masa depan yang tertarik dengan dunia lama. Buku dengan judul Histoy of T.G itu sempat berada di perpustakaan pusat sebagai literatur dan salah satu salinannya adalah yang ada di tangan Louisa saat ini.

Alger mendongak memandang langit di atas mereka. “Langit yang sama birunya, tetapi dengan kehidupan yang berbeda.”

Duncen hanya mengangguk samar, sedangkan Louisa menutup buku di tangannya melirik sekitar saat merasakan keheningan yang janggal. Tak lama suara sirine menggema di sekitar membuat ketiganya saling pandang dan segera menuju alun-alun kota.

“Itu sirine peringatan, bukan?” ungkap Louisa seraya melirik sekitar.

Duncen dan Alger yang ada di dekatnya serentak mengangguk. Mereka terus berlari menuju alun-alun kota dan melihat semua orang berkumpul, saat itulah mereka mendengar kabar bahwa ada monster terdeteksi di dekat kota kecil mereka. Louisa berusaha mencari keberadaan keluarganya dalam kerumunan, tetapi gadis itu tak menemukan ayah atau pun ibunya. Tanpa pikir panjang Louisa segera berlari keluar dari kerumunan, tetapi terhenti saat Alger menahan lengannya.

“Louisa! Kamu mau ke mana? Kita harus tetap di sini!”

Louisa menoleh dengan wajah gusar dan kembali melirik sekitar. “Ayah dan ibuku tidak ada di sini!”

Lihat selengkapnya