The Guards : Survive in The World

White Blossom
Chapter #5

04 - Kekacauan (2)

⚜⚜⚜

“Di mana mereka?”

Louisa bergumam panik saat menyadari langkah berat menuju lantai dua. Gadis itu membuka pintu besi perlahan dan mendengar suara geraman para monster di tangga lalu melirik ujung lorong dan tak mendapati siapa pun di sana. 

“Haruskah aku keluar?” Louisa kembali berdebat dengan diri sendiri, gadis itu masih asik dengan dunianya saat suara geraman monster itu kembali terdengar. Mata hijau Louisa beralih ke tangga dan menemukan dua monster ukuran menengah di sana. Dengan pelan Louisa kembali menutup pintu besi dan kemudian menjauh, lalu menahan napas saat mendengar langkah kaki monster melewati ruangan.

Louisa kembali duduk di lantai, berusaha mengobati kaki yang terkilir. Matanya kembali memandang ribuan kertas arsip kota yang ada di sekitar. Louisa kembali berdiri dan berjalan ke salah satu rak arsip, menemukan dokumen yang menarik dan segera larut dalam bacaannya. Mengabaikan para monster yang terus menggeram mencari mangsa.

***

“Kamu yakin?” tanya Alger yang baru saja selesai mendengar rencana Duncen.

Duncen mengangguk cepat saat kembali mendengar suara geraman monster. “Hanya itu pengalihan terbaik yang kita miliki.”

Alger kembali melirik ujung Lorong, tempat di mana anak tangga berada dan mulai melihat siluet monster. Tidak ada pilihan selain bergerak maju, maka Alger mengangguk dan setuju dengan rencana Duncen.

“Siap, Alger?” tanya Duncen mulai memposisikan pistol di tangan.

Alger yang meski memiliki ketakutan di dalam hati mengangguk dan tersenyum. “Selalu!”

Alger segera melempar tombak di tangan berusaha menarik perhatian monster di depannya. Tombak itu menghantam ruangan penuh kaca di samping para monster menimbulkan gema ke seluruh bangunan. Dua monster itu berhenti dan melirik ruangan yang baru saja mengeluarkan suara keras.

Saat dua monster memasuki ruangan tersebut, Alger dan Duncen menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Duncen yang melihat peluang segera menutup pintu ruangan dengan pelan dan kemudian berlari menyusul Alger. Keduanya segera berlari menuju ruangan tempat Louisa berada, tetapi karena kurang hati-hati Alger yang berada di depan terjatuh dan mengenai pecahan kaca di dekatnya.

“Alger!” Duncen mendekat dengan panik dan segera membantu Alger berdiri, mengerutkan kening saat melihat darah yang mengalir dari luka di tangan dan kaki. Alger meringis dan melirik ke arah ruangan yang baru saja mereka lewati. Suara geraman monster itu kembali terdengar.

“Kita harus cepat! Louisa ada di depan sana!” bisik Duncen berusaha menyemangati Alger dan membantunya berjalan.

Alger hanya mengangguk dan berusaha mempercepat Langkah. Saat keduanya hampir sampai dan melihat pintu besi itu tepat di depan mata, antusias mereka hancur saat salah satu monster melibaskan ekor ke arah mereka. Keduanya pemuda itu terlempar ke arah dinding, membuat bangunan kembali bergetar dan meninggalkan retakan yang dalam di dinding belakangnya.

“Ugh, Alger!” Duncen Duncen berusaha memanggil Alger yang tak bergerak dari posisinya. Pemuda itu mulai panik saat melihat monster mulai mendekat. “Sial! Aku harus bagaimana.”

Duncen berdiri, berjalan tertatih menuju Alger saat dua monster di belakang mereka semakin dekat. Alger mengerang dan memandang Duncen dengan mata setengah terbuka. Mulutnya terbuka dan berbisik pelan. “Lari … Duncen!”

Duncen menggeleng dan segera memapah Alger, melirik ekor monster yang hendak menyerang. Monster yang tadinya berhasil teralihkan perhatian itu bergerak dengan ganas terlebih saat mencium bau amis dari darah yang mengalir dari luka Alger.

“Berpikirlah, Duncen! Berpikir!”

Duncen panik, pikirannya buntu saat menyadari kematian bisa datang kapan saja. Saat melihat monster di belakang mereka berlari dan bersiap menerkam sebuah tombak datang dan langsung memasuki mulut sang monster. Menembus dinding di belakangnya dan meninggalkan bunyi yang cukup keras.

“Apa?”

Duncen melihat arah datangnya tombak dan menemukan Louisa berdiri di sana, terengah-engah sambil bersiap melempar tombak kedua menuju monster yang tersisa.

Lihat selengkapnya