The Guards : Survive in The World

White Blossom
Chapter #13

12 - Thien Academy (2)

⚜⚜⚜

Louisa dan yang lainnya segera menuju anak tangga menuju lantai dasar, tempat Tibra dan Alessia menunggu mereka. Saat berjalan menuju aula yang berada di area I mereka berpapasan dengan siswa lainnya. Ke lima remaja itu memilih duduk di barisan tengah dengan posisi sejajar. Aula itu di design tempat duduk seperti bioskop dengan warna kursi merah dan layar proyektor besar di depan. Pintu ruangan terbuka dan tak lama Dua muncul bersama beberapa penjaga lainnya.

“Semua sudah hadir?” Suara penjaga dengan ikat kepala hitam menyebar ke seluruh ruangan saat para siswa menganggukkan kepala. Matanya memindah seisi ruangan sebelum kembali bersuara. “Kelas kalian akan dimulai dengan perkenalan dasar. Pembicara hari ini akan saya serahkan kepada Lima."

Lima segera melangkah ke depan, layar proyektor segera menyala menampilkan foto beberapa monster. "Saya Lima yang bertanggung jawab mengenai penelitian monster. Layar didepan menampilkan foto beberapa monster yang pernah kami temui.”

Louisa menatap layar di depan mereka, pandangannya fokus pada foto monster kadal hijau. Membangkitkan kenangan kehilangan sang ayah di depan mata. Mengepalkan tangannya gadis itu menghela nafas sejenak.

“Kamu baik-baik saja, Louisa?” tanya Alessia yang berada di samping sang gadis. Louisa menoleh dan mengangguk sebagai jawaban, kembali fokus dengan penjelasan Lima.

“Foto-foto ini hanya sebagian kecil dari generasi monster yang bisa kami dapatkan, yang paling sering muncul tentu saja monster kadal hijau ini. Saya rasa diantara kalian ada yang pernah melihatnya, bukan?" Suara Lima kembali memenuhi aula.

Beberapa siswa melirik ke bangku Louisa dan kawan-kawan. Mereka semua sudah mendapat kabar tentang penyerangan di kota Atra. Lima memandang lekat wajah-wajah di dalam ruangan.

“Apa ada yang berasal dari kota Atra disini?”

Louisa, Duncen dan Alger serentak mengangkat tangan, ruangan itu sunyi sejenak. Lima melirik Dua yang berada di belakangnya. Merasakan dengan jelas perubahan suasana di dalam ruangan. Lima kembali memfokuskan perhatian kepada ketiga remaja itu.

“Bisakah kalian menjelaskan seperti apa monster yang kalian lihat disana?”

Ketiganya terdiam, merasakan dengan jelas beratnya pandangan semua orang. Louisa dan Alger mulai berkeringat tanpa mereka sadari. Duncen memutuskan untuk bersuara, mewakili Louisa dan Alger yang jelas kesulitan. “Mereka besar dan ganas. Menyerang secara berkelompok dan tanpa ampun.”

Lima dan Dua mendengar penjelasan remaja bermata biru dengan tenang. Trauma dan ketakutan yang terlihat jelas dari gesture tubuh ketiganya.

“Apa kalian pernah melawan mereka?” tanya Lima dan Duncen mengangguk sebagai jawaban.

Dua yang sejak awal memperhatikan ikut bersuara. “Apa ada informasi yang kalian tahu tentang monster itu?”

Ketiganya kembali diam, hingga Louisa bersuara. Sedikit pelan dan serak, tetapi masih terdengar jelas oleh semua orang. Dua memperhatikan Louisa dengan seksama, sedangkan Lima sudah fokus dengan catatannya.

“Bagian bawah tubuh monster itu bersisik.”

Lihat selengkapnya