The Ingredient of Happiness

Oleh: Steffi Adelin

Blurb

Semua orang pasti sibuk mencari kebahagiaan.

Ada yang bahagia di dapur bila bereksperimen dengan tepung, telur, ragi, gula, butter, dan oven. Menghirup bau ragi yang seperti makanan berjamur saja sudah menjadi terapi bagi jiwanya yang lelah. Dengkuran kucing gemuknya adalah simfoni yang harmonis bagi pendengarannyaa. Bahkan kebahagiaan orang tuanya selalu diletakkan di atas kebahagiaannya sendiri.

Ada juga yang bahagia jika saldo rekening tabungannya bertambah, setoran utang yang tidak terlambat ke bank, memberi makan kucing di jalanan, hingga rela menukar kebahagiaannya demi kebahagiaan sang mama.

Bagi yang mencari sebenarnya lupa bahwa bahagia itu tidak dicari. Bahagia datang dari diri sendiri dan tercipta bila kita bersyukur atas apa yang ada dan mulai menerima keadaan dengan hati selapang samudra.

Para pencari kebahagiaan itu adalah Ares dan Dita.

Bagaimana cara Ares dan Dita mencari kebahagiaan sejati? Atau mungkin, mereka tidak perlu mencari karena kebahagiaan itu sejatinya lebih dekat dari urat nadi.

Mereka, hanya perlu melihat lebih dekat dan lebih teliti, kan?

Lihat selengkapnya