Aku telah melakukan semuanya. SEMUANYA, sampai peluh menjadi darah. Tapi semua terasa seperti sebuah kesia-siaan. Hidup makin sial apalagi setelah bertemu dengan si tukang roti. Tapi apa benar, semua kesialan itu benar-benar sial? –Dita.
What I want is a peaceful life with me and myself in my holy kitchen with my flour, yeast, eggs, sugar, and an oven. Not with a freaking stranger who ruined my life. What a shitty life. –Ares.