The Ingredients of Happiness

Steffi Adelin
Chapter #18

17. Maple

Maple yang membuatnya harus pulang. Kalau bukan karena kangen dengan dengkuran kucingnya, dia akan tetap berada di safety bunker-nya sampai lupa waktu. Kalau bukan karena Maple belum makan malam, dia akan tidur di kantornya sendiri.

Sudah sebulan dia merasa begitu. Malas pulang ke huniannya sendiri gara-gara ada orang asing di rumahnya. Res, mungkin kamu sudah bisa menganggap istrimu bukan orang asing lagi karena kalian sudah menikah satu bulan. Tapi tetap saja dia tidak tahu apa-apa soal istrinya. Oke, Ares tahu gadis itu adalah seorang mahasiswi. Selain itu, Dita adalah teman yang dianggap dekat oleh adiknya. Dan dari adiknya juga dia tahu bahwa Dita berteman dengan Shelomita bukan karena money and famous oriented seperti teman-temannya yang lain, tapi karena Dita adalah teman yang asyik untuk diajak brainstorming. Masalahnya, Ares tidak menemukan ciri-ciri yang disebut adiknya itu pada istrinya sampai detik ini. Yah, bagaimana bisa tahu? Ares pulang, gadis itu langsung masuk kamar dan mengunci pintu. Atau Dita pulang, Ares pura-pura sibuk di ruang kerja atau sok menyibukkan diri di dapur.

Dan selama sebulan itu, tidak ada hal aneh yang terjadi di apartemennya. Misalnya, barang hilang, furnitur yang rusak, atau barang elektronik yang tidak berfungsi dengan benar karena salah pemakaian. Baiklah, untuk yang satu itu, Ares sudah mendapatkan kepercayaan Dita.

Namun, ada hal aneh yang tak pernah terjadi sebelumnya selama tiga tahun dia hidup berdampingan bersama Maple. Setiap Ares memasuki huniannya, Maple kalau tidak mengeong ke pintu kamar Dita, kucing gemuk itu pasti sedang tidur di atas alas kaki di depan pintu kamar istrinya.

"Hellow Maple. Kamu nggak nyambut Papa, nih?"

"Miauuuw."

Barulah Maple berlari ke tuan sebenarnya. Untuk sesaat, Ares merasa cemburu. Cemburu pada kucing? Iya. Hanya sebenar-benar pecinta kucing sejati yang bisa merasakan perasaan cemburu karena tidak mendapatkan timbal balik kasih sayang dari kucingnya.

"Kenapa? Lapar? Yuk makan. Papa akan kasih makan yang banyak." 

Hal aneh lain adalah tempat makan Maple selalu penuh atau tersisa sedikit. Dan itu berarti hanya satu hal.

"Kamu sudah makan malam, ya?"

Penasaran, Ares menuangkan makanan kering ke mangkuk Maple. "Makan, Maple."

"Miauuuw."

Kucing gemuk itu sama sekali tidak menyentuhnya. Apa mungkin Dita yang memberi makan Maple?

***

Lihat selengkapnya