THE INSIDER TRADING

Vitri Dwi Mantik
Chapter #6

Data di Komputer PT Martha Abdi Dana

Gagang pintu bergerak perlahan.

Nizar menutup map di depannya secepat mungkin.

Seorang pria tua berkemeja krem membuka pintu sambil membawa troli berisi beberapa kotak arsip.

"Oh... masih di sini, Mas?"

Nizar mengembuskan napas tanpa sadar.

Petugas arsip itu tersenyum.

"Saya kira sudah selesai."

"Belum."

"Sijunjung memang tebal."

"Bukan tebalnya."

"Lalu?"

Nizar memandang kembali tiga map yang terbuka di meja.

"Semakin dibaca, semakin banyak pertanyaannya."

Petugas itu terkekeh pelan.

"Kalau semua arsip memberi jawaban, pekerjaan penyidik pasti membosankan."

Kalimat sederhana itu justru terus terngiang di kepala Nizar.

Pekerjaan penyidik.

Padahal ia bukan penyidik.

Ia hanya analis sumber daya manusia yang kebetulan terlalu sering penasaran.

Pukul delapan lewat dua puluh menit.

Hari Sakti baru saja selesai menghadiri rapat singkat dengan Adnan ketika Maya Widaya mengetuk pintu ruangannya.

"Masuk."

Maya membawa sebuah tablet.

"Pak Hari."

"Ada apa?"

"Tim infrastruktur menemukan beberapa percobaan login yang gagal semalam."

Hari mengangkat kepala.

"Server mana?"

"Repository proyek eksplorasi."

Hari langsung terdiam.

"Jam berapa?"

"Antara pukul sembilan lewat lima puluh sampai sepuluh lewat tujuh belas malam."

"Siapa penggunanya?"

Maya menggeser layar tabletnya.

"Akun Nizar Irham."

Hari membaca data itu tanpa bereaksi.

"Dia berhasil masuk?"

"Tidak."

"Sistem menguncinya?"

"Iya."

Hari berdiri mendekati jendela.

Jakarta mulai dipenuhi kendaraan.

"Apakah dia mencoba meretas?"

"Saya belum berani menyimpulkan."

"Kalau menurutmu?"

Maya berpikir beberapa detik.

"Dia lebih terlihat seperti seseorang yang menemukan pintu terbuka, lalu mencoba melihat apa yang ada di baliknya."

Hari tersenyum tipis.

"Itu memang sifatnya."

"Tapi tetap saja..."

"Ya."

Hari mengangguk pelan.

"Tetap pelanggaran."

Di ruang arsip, Nizar masih memandangi catatan peminjaman.

Tanggalnya enam bulan lalu.

Dandy Silvano.

Durasi peminjaman: satu hari penuh.

Keterangan: Evaluasi Digital.

Evaluasi digital?

Nizar hampir tertawa.

Alasan itu terlalu umum.

Terlalu rapi.

Terlalu dibuat-buat.

Ia membuka kembali laporan direksi.

Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul.

Kalau Dandy memang hanya diminta memeriksa digitalisasi arsip...

Mengapa ia memilih dokumen yang justru paling rahasia?

Ia mulai membandingkan nomor halaman.

Beberapa halaman memiliki bekas lipatan.

Sebagian lain tidak pernah disentuh.

Lalu matanya berhenti pada sesuatu yang hampir tak terlihat.

Bekas pensil.

Lihat selengkapnya