Pada malam hari, Draven menangis tersedu-sedu. Valthera mendengar tangisan itu, lalu membuka pintu kamar Draven.
Valthera bertanya kepada Draven, "Apa yang terjadi, Draven?"
Draven menjawab, "Master, saya teringat ayah dan ibu," ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.
Valthera kemudian mengingatkan Draven bahwa seorang penyihir harus selalu kuat. Ia berkata, "Draven, seorang penyihir harus selalu kuat dalam berbagai hal agar bisa menjadi pelindung bagi banyak orang."
Draven perlahan berhenti menangis dan mengingat bahwa ia harus menjadi lebih kuat. Ia pun berkata, "Maafkan saya, Master. Saya akan mencoba menjadi orang yang kuat agar dapat melindungi orang lain."
Valthera tersenyum lalu menjawab, "Bagus, Draven. Kamu harus menjadi kuat. Nah, itu baru muridku. Hahaha."