Malam di Ranggajati Kafe masih ramai meski jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan. Aroma kopi dan suara obrolan pelan memenuhi sudut ruangan bernuansa hangat itu. Setelah live-nya selesai, Melody akhirnya bisa bernapas lega sambil menyandarkan tubuh di sofa empuk dekat jendela.
“Gue nggak nyangka viewers-nya bisa segitu,” gumamnya sambil melihat notifikasi yang masih terus masuk di ponselnya. Di depannya, Heksa sedang fokus menatap layar laptop.
“Itu mah karena mereka mau liat lo,” jawab laki-laki itu santai tanpa mengalihkan pandangan dari zoom meeting-nya.
Melody langsung melirik. "Nggak juga ah.”
Namun Heksa hanya terkekeh kecil lalu kembali mendengarkan pembahasan kerjaannya. Akhirnya Melody memilih diam sambil memainkan sedotan minumannya. Sesekali ia memperhatikan suasana kafe yang mulai dipenuhi pengunjung malam. Sampai tiba-tiba gerakannya terhenti. Tatapannya fokus ke arah pintu masuk.
“Mas…”
Heksa menoleh singkat. “Hm?”
“Itu…” Melody menyipitkan mata sedikit. “Bukannya Mas Gilang ya?”
Heksa otomatis mengikuti arah pandangnya. Dan benar saja. Gilang baru saja masuk ke dalam kafe dengan pakaian semi formal sepulang kerja. Di sebelahnya ada Nadya yang berjalan santai sambil melepas masker wajahnya.
Heksa langsung menghela napas pelan. “Anjir…”
Melody menoleh cepat.
“Heh?”
“Dia sama Nadya.”
“Bukannya mereka putus ya?”
“Iya,” jawab Heksa pendek. “Udah setahun lalu juga.”
Melody kembali melihat ke arah mereka beberapa detik. “Terus itu?”
Heksa bersandar sambil menggeleng kecil. “Emang anjing tuh cowok.”
Melody spontan menahan tawanya. “Mas…”
Namun sebelum obrolan mereka lanjut, Gilang ternyata lebih dulu menyadari keberadaan Heksa. Dan sialnya, mata laki-laki itu juga menangkap Melody di sana.
“Wih!” Suara Gilang langsung terdengar akrab saat menghampiri meja mereka. “Gue baru tahu kalau kalian saling kenal juga. Kalian pacaran nih?”
Melody dan Heksa saling melirik sepersekian detik. Sedangkan Nadya yang berdiri di samping Gilang terlihat sedikit canggung karena sama sekali belum mengenal mereka.
“Emang lo doang yang bisa deket sama banyak cewek, Lang,” sindir Heksa tipis sambil menyandarkan tubuh santai.
Gilang langsung salah tingkah kecil. “Apaan sih…” Lalu buru-buru ia menoleh ke Nadya. “Oh Nad, kenalin,” katanya. “Ini Melody, sahabatnya An.”
Nadya langsung tersenyum ramah. “Oh…”
“Kalau ini Heksa,” lanjut Gilang. “Sahabat gue.”
Melody dan Heksa ikut mengangguk sopan. “Hi,” sapa Melody ramah.
“Salam kenal,” tambah Heksa tenang.
Nadya membalas senyum mereka pelan. “Salam kenal juga.”