"Pertama-tama saya mau bilang kabar baiknya dulu."
Melody yang sejak tadi tegang langsung mengangguk cepat. "Iya dok."
"Secara umum kondisinya membaik."
Melody mengembuskan napas lega. "Syukurlah."
"Respons tubuhnya bagus. Demamnya turun, infeksinya juga terkendali, hasil darahnya mulai membaik." Melody merasa sedikit lebih tenang. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Karena Dokter Salsa kembali membuka lembar berikutnya. "Tapi..."
Jantung Melody langsung kembali menegang. "Tapi apa dok?"
Dokter Salsa terdiam sesaat. Seolah sedang memilih kalimat yang paling tepat. "Saya menemukan beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan lebih lanjut."
Melody mulai duduk lebih tegak. "Maksudnya?"
"Saya belum bisa menyimpulkan apa pun." Kalimat pertama yang ditekankan dokter. "Saya ulang ya, saya belum bisa menyimpulkan apa pun."
Melody mengangguk. "Saya hanya melihat ada beberapa pola yang menurut saya perlu diperiksa lebih lanjut." Dokter Salsa kemudian menunjukkan beberapa data hasil laboratorium.
"An akhir-akhir ini sering kelelahan?"
Melody langsung tertawa hambar. "Kalau itu mah setiap hari, dok."
Dokter Salsa ikut tersenyum tipis. "Lalu siklus menstruasinya teratur?"
Pertanyaan itu membuat Melody berpikir. "Saya nggak terlalu tau sih dok..."
"Tapi beberapa bulan terakhir dia pernah mengeluh nyeri berlebihan? Atau siklus yang berubah?"
Melody mengernyit. Lalu perlahan mengingat sesuatu. "Kayaknya pernah..."
"Hm?"
"Beberapa kali dia bilang lagi sakit perut."
"Perut biasa atau nyeri haid?"
"Katanya sih nyeri haid."
Dokter Salsa mencatat sesuatu. Lalu kembali melihat hasil pemeriksaan. "Saya nggak mau bikin kamu khawatir." Kalimat itu justru membuat Melody semakin khawatir. "Tapi ada kemungkinan kita perlu mengecek kondisi organ reproduksinya lebih lanjut."
Melody terdiam. Beberapa detik. "Maksud dokter... rahim?"
Dokter Salsa mengangguk pelan. "Iya." Ruangan mendadak terasa lebih sunyi. "Saya belum tahu apakah ini sesuatu yang serius atau tidak."
"Karena belum ada USG ya dok?"
"Betul." Melody menelan ludah. Sedangkan Dokter Salsa tetap menjaga nada suaranya agar terdengar netral. "Kadang perubahan hormonal, stres berkepanjangan, pola kerja yang ekstrem, kurang istirahat, semuanya bisa memengaruhi kondisi reproduksi perempuan."
"Jadi belum tentu ada masalah?"
"Belum tentu."
"Tapi juga belum tentu tidak ada?"
Dokter Salsa mengangguk pelan. "Itu sebabnya saya belum mau membuat kesimpulan."
Melody menunduk. Mencoba mencerna semua informasi itu. "Lalu yang dokter curigai apa?"
Dokter Salsa tampak berpikir cukup lama. "Beberapa kemungkinan masih sangat luas."
"..."
"Bisa hal sederhana."
"Atau?"
"Bisa juga kondisi yang memang perlu penanganan lebih lanjut."