“Aku yang pencet ya!” Azel langsung maju paling depan begitu mereka sampai di depan unit apartemen Anasera.
“Boleh,” jawab Heksa sambil mengangkat gadis itu, membantunya agar sampai.
“Tapi jangan dipencet lima kali,” kata Gavin, mengingatkan.
“Nggak kok.” Lalu bocah itu menekan bel apartemen sekali. Tak sampai beberapa menit kemudian, pintu langsung terbuka.
Anasera muncul dari balik pintu dengan kaus rumahan warna krem dan celana panjang santi. Rambutnya masih tergerai seadanya. Wajahnya terlihat lebih segar daripada saat terakhir di rumah sakit kemarin. Anasera sempat terkejut saat menyadari ada gadis kecil dalam gendongan Heksa. Dia tersenyum lebar menatap An dengan mata berbinar.
“AUNTY AAANN!” teriaknya dengan kuat.
An bahkan belum sempat bereaksi saat Azel sudah berteriak. Setelah cukup sadar, barulah An menatap ke sekitarnya. Dan matanya langsung membulat begitu menyadari ada siapa saja di sampingnya.
“Tante Rizka?!”
“Surprise!”
An refleks menutup mulutnya sendiri. Dengan segera An melangkah mendekati mereka. Dengan hati-hati ia memeluk Rizka terlebih dahulu. Pelukan singkat namun hangat. “Aku kangen banget sama Tante…”
“Tante juga. Kangen banget sama anak bungsunya Tante,” kata Rizka sambil mengusap pelan rambut belakang An dengan lembut.
Setelah itu, An bergeser memeluk Alya. “Kak Alya, kakak gimana kabarnya?” tanyanya sambil menyalami Alya dengan sopan.
“Baik banget, An. Kamu nih malahan yang nggak baik-baik aja, ya?” balas Alya.
“Hahaha, udah baikan kok sekarang, Kak.” An membalasnya sambil menyalami Gavin dan setelahnya menyuruh mereka semua masuk ke apartemennya.
Pintu belum sepenuhnya tertutup, ujung bajunya sudah ditarik lagi oleh Azel. “Aunty! Azel juga kangen loh sama aunty! Azel mau peluk aunty.” Gadis kecil itu terlihat tak mau kalah dan seolah takut dilupakan.
An langsung tertawa melihatnya. “Iya-iya. Sini!” An mengangkat pelan tubuh mungil gadis itu dan membawanya menuju dapur saat melihat Rizka dan Alya meletakkan beberapa kantong makanan di atas meja makannya.
“Kamu masih tinggal sendiri ya, An?” tanya Alya begitu duduk di kursi meja makan.