The Last Destination

Firsty Elsa
Chapter #59

The Beginning of Forever

Ada banyak cara seseorang menyadari bahwa hidupnya sedang berjalan ke arah yang baru. Bagi Gilang Mahawira, salah satunya adalah ketika ia mendapati dirinya sedang duduk selama dua jam penuh membahas warna taplak meja. Dan anehnya, ia menikmatinya.

"Mas Gilang? Fokus." Gilang langsung menoleh. Di sebelahnya, Anasera sedang menatapnya dengan tatapan datar yang sudah sangat ia kenal. Tatapan yang biasanya muncul ketika Gilang mulai melamun.

"Kenapa?"

"Kak Naya udah manggil tiga kali."

"Oh." An menghela napas. 

Sedangkan Naya, wedding organizer yang menangani acara mereka, langsung menahan tawa. "Kalian lucu banget ya."

"Kak, jangan didukung," protes An.

"Tapi emang lucu."

Gilang langsung tersenyum bangga. An ingin melempar katalog dekorasi ke wajahnya.

Hari itu mereka sedang melakukan meeting ketiga bersama tim wedding organizer. Lokasinya berada di sebuah ruang meeting yang cukup besar. Di atas meja sudah penuh dengan contoh undangan, warna kain, referensi bunga, desain pelaminan, sampai konsep tata cahaya. Sementara Naya dan timnya terlihat jauh lebih bersemangat dibanding calon pengantinnya sendiri.

"Kita lanjut ke dekorasi utama ya." Monitor besar menampilkan beberapa desain. "Konsep pertama lebih ke modern elegant."

Slide berganti. "Konsep kedua modern garden." Slide berganti lagi. "Dan yang terakhir intimate luxury."

An memperhatikan semuanya dengan serius. Sedangkan Gilang, sibuk memperhatikan An. Sampai akhirnya sikunya langsung disikut. "Aduh."

"Fokus."

"Aku fokus."

"Kamu dari tadi liatin aku."

"Salah sendiri cantik."

An langsung menutup wajah dengan kedua tangannya. Sedangkan seluruh tim WO tertawa.

"Kita lanjut aja ya, Kak."

"Maaf ya Kak," kata An.

"Gapapa. Kita udah biasa."

Lihat selengkapnya