"Bunuh aku! Bunuh aku sekarang!" Teriak Ratu Althea, permaisuri Raja Morvane.
Beberapa pelayan wanita tampak memegangi tubuh sang Ratu, yang terus memberontak di atas kasur.
"Air! Aku butuh air!"
Para pelayan wanita langsung membantu Ratu Althea bangkit, dan membawanya ke kolam.
Begitu melihat air, Ratu Althea buru-buru berlari, lalu menceburkan tubuhnya ke dalam kolam.
Baru saja ia masuk ke dalam kolam, tiba-tiba wajahnya panik, dan kembali berteriak.
"Ahh! Panas! Panas! Cepat, Keluarkan aku dari sini!"
Para pelayan wanita pun buru-buru mendekati Ratu Althea, dan membawanya naik dari kolam.
Ratu Althea adalah seorang wanita berusia tiga puluh tujuh tahun. Ia adalah istri pertama Raja Morvane, dari kerajaan Valdora.
Paras Ratu Althea sangat cantik, dan dia juga dikenal sebagai permaisuri yang sangat mencintai rakyatnya. Sifatnya yang lemah lembut, membuatnya semakin di hormati oleh seluruh rakyat di kerajaan Valdora.
Tetapi, Ratu Althea tiba-tiba mengalami sebuah penyakit, yang tak pernah terjadi pada siapapun.
Ratu Althea selalu merasa kesakitan, apabila hari mulai gelap. Dia selalu berteriak, dan mengeluhkan badannya yang terasa sangat panas.
Anehnya, setiap dia mencoba mendinginkan tubuhnya dengan air, rasa panas itu malah semakin bertambah dan tubuhnya terasa seperti terbakar.
Hal ini telah terjadi selama dua tahun, dan tentu saja membuat Raja Morvane di landa kegelisahan. Bagaimana tidak, ia telah memanggil seluruh tabib terbaik. Tetapi, tak ada satu pun yang mampu mengobati penyakit istrinya.
Semakin hari, kondisi Ratu Althea semakin memburuk. Sang Ratu bahkan tak tidur berhari-hari, karena terus merasakan sakit yang amat luar biasa.
.
.
.
"Yang Mulia, hamba sudah mendapatkan seorang tabib, untuk mengobati Permaisuri. Menurut informasi, dia adalah satu-satunya tabib, yang bisa mengobati penyakit langka," ucap Odran, penasehat kerajaan.
"Apa kau yakin, dia bisa mengobati penyakit istriku? Kau tentu tahu, penyakit Althea... Bukanlah penyakit biasa. Aku sudah memanggil puluhan tabib terbaik. Tapi, tetap saja... Tak ada yang mampu menyembuhkannya," sahut Raja Morvane yang sedang duduk santai di atas kursi singgasana, sambil di kipasi oleh dua dayang wanita.
Odran tersenyum, lalu menatap Raja Morvane.
"Ampun Yang Mulia. Tetapi, hamba rasa tidak ada salahnya untuk kembali mencoba. Lagipula, Festival Mahkota akan segera di gelar dalam dua pekan ke depan. Kami semua berharap, agar Ratu Althea bisa segera pulih dan ikut menghadiri acara."
Raja Morvane terdiam sejenak, sambil berpikir. Sepertinya, saran dari Odran ada benarnya. Tidak ada salahnya, untuk kembali mencoba mengobati Althea. Apalagi, Festival Mahkota adalah acara yang cukup penting, bagi kerajaan Valdora.
Setiap tahun, seluruh rakyat Kerajaan Valdora akan berkumpul di ibu kota, untuk menghadiri Festival Mahkota.