The Last Wizard: Change The Fate

Ariaria
Chapter #5

CHAPTER 5: BUKAN HANYA MEREKA

Ledakan itu datang tanpa suara.

Setidaknya, itulah yang kurasakan.

Dalam sepersekian detik, seluruh pandanganku dipenuhi cahaya hitam.

Tubuhku terasa ringan.

Lalu—

BOOOM!

Aku terlempar.

“Ugh!”

Punggungku menghantam sesuatu yang keras.

Lantai?

Dinding?

Aku tidak tahu.

Yang jelas, seluruh tubuhku terasa seperti baru saja ditabrak truk.

Dan kalau boleh jujur...

Aku mulai membenci hari ini.

Pagi tadi aku hanya seorang siswa SMA yang ingin menjalani kehidupan biasa.

Sekarang?

Aku dikejar makhluk misterius dari masa depan karena dianggap sebagai penyihir terakhir umat manusia.

Masalahnya...

Aku bahkan tidak bisa menggunakan sihir.

Apa ada yang lebih menyedihkan daripada itu?

“Yuuto!”

Suara Xien terdengar dari kejauhan.

Aku membuka mata perlahan.

“Xien...?”

“Aku di sini!”

Sosoknya muncul melalui kabut debu.

Seragam tempur futuristiknya terlihat kotor, tetapi gadis itu masih berdiri.

Aku menghela napas lega.

“Syukurlah...”

“Bisa berdiri?”

“Kurasa.”

Aku mencoba bangkit.

Kakiku gemetar.

Namun aku berhasil berdiri.

Kemudian aku melihat ke depan.

Makhluk itu masih ada.

Penjaga Sejarah.

Ia berdiri di tengah ruangan yang sebagian dindingnya telah hancur.

Tidak ada luka.

Tidak ada tanda-tanda bahwa ledakan barusan memberikan dampak sedikit pun.

Aku menelan ludah.

“Dia... monster macam apa?”

“Bukan monster.”

Xien menjawab dengan suara pelan.

“Kalau begitu apa?”

“Kesalahan.”

“Hah?”

Xien mengangkat senjatanya.

“Makhluk itu seharusnya tidak pernah ada di zaman kita.”

Aku menatapnya.

“Bukankah dia disebut Penjaga Sejarah?”

“Ya.”

“Bukankah tugasnya menjaga sejarah?”

“Seharusnya.”

Xien menggertakkan gigi.

“Tapi mereka mulai berubah.”

Penjaga Sejarah mengangkat kepalanya.

Mata merahnya menatap kami.

"TARGET DITEMUKAN."

Suaranya datar.

Tidak terdengar seperti manusia.

"MUROKAME YUUTO."

Aku merasakan tengkukku dingin.

"ANOMALI TEMPORAL HARUS DIPERBAIKI."

Xien langsung menarik pelatuk.

“Jangan dengarkan dia!”

DOR!

Sinar biru melesat.

Penjaga Sejarah mengangkat satu tangan.

Sinar itu berhenti beberapa sentimeter di depan telapak tangannya.

Lalu...

Menghilang.

“...”

Aku terdiam.

Xien juga.

“Tidak mungkin.”

Untuk pertama kalinya, ekspresi Xien benar-benar menunjukkan kepanikan.

“Dia bisa meniadakan energi?”

“Xien.”

“Apa?”

“Kurasa kita sedang berada dalam masalah.”

“Aku tahu!”

“Masalah besar?”

“Masalah yang sangat besar!”

“Baiklah.”

Aku mengangguk.

“Setidaknya kita sepakat.”

Penjaga Sejarah bergerak.

Satu langkah.

Hanya satu langkah.

Namun dalam sekejap, jaraknya dengan kami sudah berkurang beberapa meter.

Aku bahkan tidak sempat melihat bagaimana dia bergerak.

“Yuuto!”

Xien menarik tanganku.

Kami berlari.

“Ke mana?”

“Ruang inti!”

“Kenapa?”

“Karena itu satu-satunya tempat yang bisa menahan makhluk seperti dia!”

“Kenapa baru bilang sekarang?!”

“Karena aku berharap dia tidak datang!”

“Dan ternyata?”

“Dia datang!”

“Jawabanmu sangat membantu!”

Kami berlari menyusuri lorong bunker.

Di belakang kami terdengar suara benturan.

BRAK!

Satu dinding runtuh.

Kami terus berlari.

Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Namun satu hal sudah jelas.

Makhluk itu bukan sekadar mengejarku.

Ia ingin membunuhku.

Karena aku adalah anomali.

Karena aku telah terbangun terlalu cepat.

Karena keberadaanku...

tidak seharusnya terjadi.


Kami tiba di sebuah ruangan berbentuk lingkaran.

Di tengahnya terdapat sebuah kristal besar yang melayang.

Kristal itu berwarna biru pucat dan berputar perlahan.

Xien menekan sesuatu di lengannya.

“Masuk!”

Aku tidak bertanya.

Aku langsung masuk.

Begitu kami berada di dalam ruangan, sebuah penghalang transparan muncul mengelilingi kami.

Aku terengah-engah.

“Ini... aman?”

“Untuk sementara.”

“Berapa lama?”

Xien melihat indikator pada perangkatnya.

Lihat selengkapnya