The Last Wyrm

ocvia anggraini
Chapter #2

Ep. 2

Sudah sekitar 2 jam mereka membaca buku itu bersama, saling berbagi sudut pandang mereka masing-masing. Mencoba mengartikan berbagai kata yang sulit di pahami.


Ketika mereka hendak mencapai halaman terakhir, raut wajah yang awalnya riang kini berubah menjadi wajah kecewa.


1 lembar terakhir yang seharusnya ada, hanya tersisa bekas robekan saja. Halaman tersebut adalah jawaban dari lokasi tersegelnya naga itu dan juga cara melepas segel itu.


Elvy mencoba menghibur Rudy, mengingatkan bahwa betapa bahayanya naga dalam legenda itu. Namun Rudy tak peduli. Rudy ingin menemukan naga itu.


Ia percaya tentang apa yang dituliskan pada buku itu. Bahwa sang naga dapat memberikan mana pada siapapun.


Dalam buku itu menjelaskan seberapa kuat naga itu sehingga bisa dijuluki sebagai Naga Primordial Terkuat. Beberapa kemampuan yang diketahui adalah kemampuannya memberikan makhluk hidup lainnya mana, ia juga mampu menciptakan badai besar hanya dengan 1 kepakan sayapnya bahkan badai itu sampai mampu mengubah cuaca seketika.


Kemampuan miliknya tersebut membuatnya tak mau berinteraksi pada manusia. Dalam buku itu juga menjelaskan tentang pertemuan kedua penyihir itu dengan naga setelah tersegel.


Penyihir itu menghabiskan waktu mendengarkan naga itu. Menurut naga itu, manusia itu hanya makhluk egois yang tak pernah merasa cukup. Mereka mendambakan kekuatan yang bahkan baginya bukanlah apa-apa.


"Jika buku itu saja menulis seperti itu, bukankah sudah jelas? Meski kau berhasil menemukannya atau berhasil melepas segel kuat itu, ia takkan pernah memberikanmu mana. Yang ada kau mati ditangannya" ucap Elvy


"Apa buku itu menjelaskan bahwa naga itu pernah membunuh manusia? Sejak kapan kau tak mempercayai buku?" Jawab Rudy yang menatap Elvy dengan tajam.


Elvy terdiam dan hanya menggigit bibir bawahnya sembari menunduk. Untuk kali pertamanya, Rudy berbicara tegas padanya. Selama ini, Rudy adalah sosok lembut dan ceria dimatanya. Namun kali ini berbeda.


"Manusia memang egois, aku mengakuinya karena aku manusia. Tapi jika aku tak melakukan apapun, bahkan mimpi yang ada dalam tidurku pun takkan pernah terwujud, Elvy"


Setelah itu, Rudy pun membulatkan tekadnya untuk berpetualang tuk mencari naga itu. Rudy pun mengajak Elvy untuk pergi bersamanya, Elvy hanya diam.


Rudy teringat pada orang tua Elvy yang tegas. Elvy adalah anak tunggal dari seorang sodagar kaya raya di kotanya. Sejak dulu, Elvy telah ditanamkan perintah untuk tak menjadi seorang petualang.


Dengan senyum penuh pengertian, Rudy meminta maaf pada Elvy karena lupa tentang keadaannya. Namun Elvy justru langsung menggenggam tangan Rudy, memberikan janji untuk mengusahakan ikut dengan Rudy.


"Besok, aku akan pergi mencari perbekalan dan perlengkapan. Dan kemudian kita langsung berangkat, tapi Elvy...."


Rudy melepas genggam tangan Elvy dengan lembut, ia kemudian membelai kepala Elvy seperti anak kecil.


"Tak usah kau paksakan harus memenuhi janjimu, ya?"

Lihat selengkapnya