The Last Wyrm

ocvia anggraini
Chapter #3

Ep. 3

Pagi itu, Rudy telah mempersiapkan tas yang akan diisi oleh beberapa persediaan saat berpetualang. Rencananya ia akan berbelanja dahulu lalu kemudian lanjut untuk memulai langkah pertamanya sebagai petualang.


Saat Rudy sedang merapikan beberapa barang, ketukan pintu kamarnya terdengar. Ruijerd memanggil namanya tepat di depan pintunya. Kebetulan pintu kamar Rudy sedikit terbuka, sehingga Ruijerd langsung masuk ke dalam setelah Rudy menjawab panggilannya.


Mata Rudy membesar, memandang sebilah pedang yang di bawa oleh ayahnya.


"Ayah tak bisa memberimu banyak, tapi setidaknya hanya ini yang bisa ayah berikan. Kau masih ingat caranya bukan? Setidaknya selama perjalanan, sempatkanlah berlatih sendiri"


Ruijerd memberikan pedang yang ia tempa sendiri itu, pedang yang ramping dan tajam. Pedang itu juga lumayan panjang setidaknya sepanjang tangan Rudy.


Rudy tak menyangka bisa mendapatkan pedangnya sendiri, Ruijerd bercerita bahwa sebenarnya sudah lama ia menyiapkan pedang itu mana kala Rudy mempunyai bakat dalam berpedang seperti dirinya dan juga Grey.


Namun setelah mengetahui bahwa Rudy tak memiliki bakat apapun, pedang itu bahkan tak ia lanjutkan dan hanya ia simpan di pojokan bengkelnya. Oleh karenanya ia sedikit bergadang untuk merampungkan pedang itu.


Ruijerd mengakui bahwa ia begitu menyesal karena tak bisa jadi seorang ayah yang baik untuk Rudy bahkan membuat anaknya sendiri harus mengubur mimpinya.


Rudy tersenyum sembari terus memandang pedang indah yang dibuat oleh ayahnya. Tak ada sedikitpun rasa kesal atau benci pada ayahnya, Rudy memaafkan semuanya tanpa ada yang tersisa.


Akhirnya setelah semua siap, Rudy pun berangkat. Meninggalkan rumah yang sudah bertahun-tahun menemaninya. Langkah kakinya yang begitu tegap, menunjukkan ia siap menerima semua rintangan yang akan ia hadapi.


Semua orang yang melalui Rudy tak luput memandanginya, melihat ia membawa tas dan sebuah pedang membuat mereka justru heran. Mengapa orang tanpa bakat nekad hendak berpetualang.


Rudy berhenti di sebuah toko yang menjual berbagai bahan makanan. Toko itu telah lama menjadi tempat langganannya.


Rudy mengambil beberapa roti dan buah segar untuk ia jadikan bekal. Setidaknya bekal itu cukup untuk beberapa hari saja, selebihnya ia bisa berburu dihutan.


"Melihatmu membawa perlengkapan itu, kau yakin akan pergi berpetualang?" Tanya pedagang itu yang umurnya mungkin sekitar 50 tahun.


"Tentu.... Aku ingin menca-"


Tiba-tiba baju Rudy di tarik kebelakang, membuatnya jatuh ke tanah. Terlihat seorang pria berotot yang berdiri di depannya, ia mengangkat tubuh Rudy dengan menarik kerah bajunya.


Tak lama, muncul seorang lagi yang tampak tak asing bagi semua orang. Ia datang bersama Elvy yang wajahnya sudah penuh bekas tamparan.


Lihat selengkapnya