Hutan adalah tempat dimana segala macam makhluk-makhluk magis tinggal, begitu pula dengan segala ancaman yang entah akan datang dari mana.
Hutan pula menjadi jalur utama para petualang guna menempuh perjalanan sekaligus mencari beberapa gua yang menjadi tempat beberapa harta terpendam yang biasa disebut Dugeon.
Untuk perjalanan pertamanya, Rudy diarahkan oleh buku kuno itu menuju hutan yang terkenal paling menyeramkan. Hutan itu banyak dihuni tumbuhan beracun dan hewan magis buas, bahkan hutan itu juga termasuk ke dalam salah satu hutan terluas. Hutan itu dinamakan Hutan Naraka.
Rudy melangkah dengan penuh waspada mengingat bahwa ia tak punya skill apapun sebagai seorang petualang. Ia hanya mengandalkan insting bertahan hidupnya.
Suara raungan terdengar menggema, membuat bulu kuduk Rudy berdiri. Ia menyimpan bukunya dan menghunuskan pedang dengan tangan yang gemetar.
Ini baru hari pertama dan belum ada setengah hari. Namun justru ia sudah disambut dengan suara menyeramkan yang entah dari makhluk apa.
Perlahan Rudy berjalan, matanya tak henti melihat ke segala arah. Sesekali ia mengeluh akan nasibnya karena menjadi petualang tunggal. Biasanya dalam grub petualang, terdiri dari beberapa orang yang memiliki tugas masing-masing.
Itu jauh lebih mudah daripada berpetualang sendirian. Namun, bukankah petualang pertama juga sendirian? Membayangkan betapa beraninya petualang pertama itu membuat Rudy sedikit semangat.
Suara semak bergoyang di sebelah kanan membuatnya langsung menoleg ke arahnya. Mata Rudy tertuju pada seekor monster besar, wujudnya seperti seekor singa dengan ekor ular. Kukunya tajam begitu juga taringnya yang begitu besar.
"C-Chimera?!" Rudy menghunuskan pedangnya ke arah monster magis itu.
Ini pertama kalinya ia bertemu dengan seekor Chimera, selama ini ia hanya membacanya dalam buku-buku yang dibawa Elvy saja.
Rudy yang di penuhi rasa takut hanya terdiam membeku di depannya. Keringatnya bahkan membuat tubuhnya menggigil.
Chimera itu menggerang padanya, saat ini pilihan Rudy hanya 2. Lawan atau lari ?
Monster kelaparan itu mulai bergerak hendak menyerang Rudy, kepala Rudy rasanya tak bisa bekerja dengan baik. Ia menebaskan pedang dengan asal ke arah Chimera itu.
Chimera yang kaget dengan gerakan Rudy pun mengaum sembari melangkah mundur.
Hal itu menjadi kesempatan Rudy untuk kabur darinya, Rudy berlari secepat yang dia bisa namun ia sadar pasti langkahnya pun bisa terkejar olehnya.
Tak butuh waktu lama, Chimera itu sudah berhasil mengejar Rudy dan menghadangnya. Dengan cakar tajamnya ia pun menyerang Rudy.
Sekilas, suara ayahnya membuatnya seketika memasang kuda-kuda bertahan.
Ia teringat akan ajaran ayahnya yang pernah diajarkan sewaktu kecil. Suara dari ingatan Rudy menuntunnya untuk menahan cakar Chimera itu.
Kuda-kudanya tak begitu kuat, kakinya gemetar dan tangannya tak kuat menahan besarnya kekuatan Chimera.
"Sialan! Aku tak mau mati!" Teriaknya dengan sekuat tenaga.
Dengan sebuah kesempatan yang mungkin hanya terjadi dalam sekali seumur hidupnya. Rudy kembali menguatkan kakinya. Mendorong tubuh besar Chimera.