The Legend of Kesera - the first : a new life

Za Zlyn
Chapter #6

5. Kepergian


"Apa!? Tunggu sebentar, jadi sebenarnya Kires Mui pernah mengikuti ekspedisi ke hutan kesera itu?" ucap Rei terperangah. "Aku tak pernah mendengar ini dari kalian."

Wajah Zui mengerut tampak begitu serius. "Tampaknya Kak Mui tidak begitu mengingat detail kejadian itu. Seperti saat aku jatuh ke telaga. Aku hanya tahu detail-detailnya dari apa yang diceritakan Kak Mui."

Rei mengerjap. "Jatuh ke telaga? Apalagi itu?"

Zui memandang Rei cermat. Yah, mereka memang tidak pernah bilang kalau warna dan rambut mereka dulu hitam. Alasannya karena mereka sendiri merasa aneh akan hal itu. Lagipula, Rei juga tidak pernah bertanya akan hal tersebut.

Zui menarik nafas panjang. Menceritakan kisah telaga yang berakhir membuat Rei menatapnya ngeri.

"Kalian yakin kalau kalian benar-benar manusia?" tanya Rei memastikan.

Zui berdecak keras meski ia sudah menduga hal itu akan dipertanyakan. "Seratus persen kami manusia biasa kecuali urusan warna rambut dan mata itu."

"Oh, jadi kalian terkena kutukan?" tebak Rei membuat jantung Zui mencelos.

"Apa maksudnya itu?" tanya Zui dengan mata yang masih terbelalak.

"Santai, aku hanya menduga-duga. Mungkin saja itu memang warisan genetik yang super langka. Pernah dengar orang lahir pirang seiring waktu rambutnya menghitam," argumen Rei.

Zui mengangguk serius. "Bisa jadi. Tapi jika itu benar kutukan. Apakah kutukan milikku dan Kak Mui berbeda?"

"Bisa saja karena warna kalian berbeda. Tapi tentang ekspedisi itu... " Rei membungkukkan tubuhnya. Kembali serius. "Kau yakin kakakmu benar-benar ikut? Hutan itu tidak terjamah, loh! Belum lagi mitos dan rumor yang tersebar. Kau yakin raja terdahulu tega membawa putrinya ke tempat seperti itu."

"Sejujurnya aku juga tidak tahu pasti. Waktu itu aku masih kecil dan tidak begitu mengingat hal itu dengan jelas. Banyak hal yang terjadi membuatku merasa..." Zui diam sebentar. Ia lalu memainkan untaian gelang dengan sebuah kristal kecil biru di tangannya. Pemberian kedua orang tua mereka sejak mereka bayi. Zui bahkan tidak ingat ia pernah melepas gelang itu.

"Jujur, aku tidak begitu suka mengungkit atau mencari tahu hal tersebut," aku Zui. "Yah, ini memang terdengar bodoh. Tapi aku baru tahu apa yang ayahku lakukan bertahun-tahun lalu jika kau tidak menyinggungnya."

Rei menarik nafas. Ia tidak bisa menyalahkan Zui akan hal itu. Mekanisme untuk tetap waras dan terkendali beberapa manusia saat orang yang mereka sayangi tiada. Untungnya, tampaknya Zui sekarang sudah siap untuk mengorek hal itu lebih jauh melihat caranya berbicara saat ini.

Lihat selengkapnya