Hari Penentuan
Di dunia ini, seseorang tidak dilahirkan sebagai hunter.
Semua orang harus menunggu hingga usia delapan belas tahun untuk menjalani Upacara Kebangkitan Class. Pada hari itu, Kristal Kebangkitan akan menentukan Class yang akan menemani mereka seumur hidup.
Class menentukan segalanya.
Kedudukan.
Kekuatan.
Masa depan.
Semakin tinggi peringkat Class, semakin besar peluang seseorang menjadi hunter hebat.
Urutan Class yang dikenal masyarakat adalah F, E, D, C, B, A, dan S. Sementara itu, SS dan SSS hanyalah legenda. Sebagian besar orang bahkan menganggap kedua peringkat itu hanyalah dongeng untuk anak-anak.
Di Kota Asteria, berdiri salah satu keluarga hunter paling berpengaruh di negeri ini.
Keluarga Ardhana.
Keluarga yang telah melahirkan banyak hunter hebat dan dipimpin oleh seorang Hunter Rank S, Ragnar Ardhana.
Hari ini, aula utama keluarga dipenuhi oleh anggota keluarga, para tetua, dan tamu undangan.
Mereka berkumpul untuk menyaksikan generasi baru membangkitkan Class.
Di sudut aula, seorang pemuda berambut hitam sedang membaca sebuah buku tua tentang logam dan teknik penempaan.
Ia tampak tidak tertarik dengan keramaian di sekitarnya.
Pemuda itu adalah Raksa Ardhana.
"Raksa."
Seseorang memanggil namanya.
Raksa menutup buku itu perlahan.
Di hadapannya berdiri kakak laki-lakinya, Arga Ardhana.
Arga mengenakan mantel hunter berwarna hitam dengan lambang naga emas di dadanya.
"Ayah mencarimu. Jangan membuat semua orang menunggu."
Raksa mengangguk pelan.
"Aku akan segera ke sana."
Arga melirik buku di tangan adiknya, lalu tersenyum tipis.
"Kau masih membaca buku pandai besi? Tidak ada hunter hebat yang menghabiskan waktunya dengan membaca buku seperti itu."
Raksa hanya tersenyum kecil.
"Menurutku, semua pengetahuan pasti berguna suatu saat nanti."
Arga menggeleng.
"Itu sebabnya kau tidak pernah berkembang."
Tanpa menunggu jawaban, Arga berjalan pergi.
Raksa hanya menghela napas.
Ucapan seperti itu bukanlah hal baru baginya.
Tak lama kemudian, suara berat menggema memenuhi aula.
"Kebangkitan Class akan segera dimulai."
Semua orang langsung berdiri.
Ragnar Ardhana melangkah ke depan.
Tatapannya tajam dan penuh wibawa.
"Hari ini adalah awal perjalanan kalian sebagai hunter. Apa pun Class yang kalian dapatkan, gunakanlah dengan penuh tanggung jawab."
"Baik, Kepala Keluarga!" jawab seluruh peserta serempak.
Satu per satu nama dipanggil.
Seorang pemuda memperoleh Sword Master (B) dan disambut tepuk tangan.
Peserta berikutnya mendapatkan Flame Mage (A) hingga membuat aula bergemuruh.
Raksa memperhatikan semuanya dengan tenang.
Tak ada rasa iri di wajahnya.
Yang ada hanyalah rasa penasaran.
"Class seperti apa yang akan kudapat?"
Beberapa menit kemudian...
"Raksa Ardhana."
Suasana mendadak sunyi.
Raksa melangkah menuju Kristal Kebangkitan.
Di bawah tatapan ratusan pasang mata, ia mengulurkan tangan.
Telapak tangannya menyentuh permukaan kristal.
Cahaya biru memenuhi ruangan.
Tulisan mulai muncul.
Nama : Raksa Ardhana
Class : Weapon Creator
Peringkat : F
Untuk beberapa detik...
Aula terdiam.
Lalu suara tawa pecah dari berbagai arah.
"Class F?"
"Weapon Creator?"
"Itu bahkan lebih cocok menjadi pandai besi daripada hunter."
"Anak Kepala Keluarga Ardhana ternyata mendapat Class terendah."
Raksa menatap layar itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.