The Life I Asked For

Wiwi Jingga
Chapter #3

Bab 2 - Museum Penyesalan

Pintu lift apartemen terbuka di lantai tujuh. Nadia keluar dari lift dengan membawa sebuah kotak kardus berisi barang-barangnya dari meja kantornya. Langkahnya gontai. Suasana lorong sepi sekali. Hanya ada suara langkah kakinya dan tetangga yang kebetulan melewatinya.

"Baru pulang, Mbak?" 

"Iya." Nadia tersenyum tipis membalas pertanyaannya.

Tetangga pergi, dan senyum itu hilang dari wajahnya. 

Nadira membuka kunci pintu apartemen, lalu membuka pintunya. Tangannya sibuk sekali memegang kardus sekaligus kunci pintu yang tiba-tiba terjatuh. Kunci itu terjatuh di sebelah rak sepatu. Di rak itu ada beberapa sepatu kerja Nadira dan sebuah sepatu kecil balita yang di pinggirnya terdapat noda kecoklatan yang mulai gelap. Noda kecoklatan itu tidak pernah hilang meski telah dicuci berkali-kali. Nadira meraih sepatu kecil itu, mengusapnya lembut. Ia buru-buru memasukkannya kembali ke dalam rak saat matanya tiba-tiba berkaca-kaca.

Lihat selengkapnya