The little Butterfly

Voidham Kreator
Chapter #2

Bintang Dua: Sekolah

Pagi di Desa Sri Jaya tidak pernah benar-benar sunyi. Selalu ada suara kokok ayam yang bersahutan atau gesekan dedaunan kering yang tertiup angin gunung. Indra melangkah keluar dari rumah Nenek Ayu dengan seragam baru yang masih terasa kaku.

"Nek, Mbak Dewi, Indra berangkat sekolah dulu ya," pamit Indra sambil menyambar tasnya.

Nenek Ayu tersenyum hangat, namun tatapannya tampak menerawang jauh. "Belajarlah yang rajin, Nak. Jangan sampai lupa jalan pulang."

Mbak Dewi, yang sedang menyapu teras, hanya mengangguk pelan. Ada sesuatu yang ganjil dengan cara Mbak Dewi memegang sapu itu—gerakannya kaku, seolah ia sedang mengulang rutinitas yang sama untuk keseribu kalinya. Indra sempat terpaku sejenak, namun ia menepis pikiran itu. Mungkin cuma perasaan, batinnya.

Sepanjang jalan menuju sekolah, Indra hanya bisa memikirkan sosok perempuan misterius yang ia temui di bawah pohon beringin semalam. Apakah dia murid di sini?

Sesampainya di kelas, suasana riuh langsung menyambutnya. Di sudut ruangan, Andi sedang bersandar di meja dengan kaki di atas kursi, tertawa keras bersama Dodo dan Difa.

"Lo pikir lo siapa, berani-beraninya negur gue?" Andi menatap nyalang ke arah Aira, sang wakil OSIS yang berdiri tegak dengan buku catatannya.

"Gue cuma menjalankan tugas, Andi. Guru sebentar lagi masuk, nggak sopan kalau lo masih kayak gitu," sahut Aira tegas, meski suaranya sedikit bergetar.

"Bodo amat sama tugas lo," potong Andi kasar.

"Cukup, Andi!" suara berat Rezki, sang ketua OSIS, memotong suasana. Ia berdiri di ambang pintu, menatap Andi dengan tatapan yang membuat sang pengacau itu akhirnya menurunkan kakinya dengan gusar.

Suasana kembali tenang saat guru masuk ke kelas.

Lihat selengkapnya