Beberapa hari kemudian...
"Hir, kalo aku liat-liat akhir-akhir ini kamu sering pulang sama cowok, deh. Itu pacar kamu?" tanya Kesha dengan pandangan menyelidik.
"Oh, Aldo? Dia bukan pacar aku, tapi dewa penyelamat aku," sahut Hira santai.
"Dewa penyelamat?" Kesha dan Santi saling berpandangan.
"Ada deh. Kalian gak perlu tahu."
"Aku kira kamu pacaran sama cowok itu. Untunglah kalian gak pacaran. Masa iya sih level cowok Hira turun dari Kak Jeff ke cowok aneh itu," seloroh Kesha terkikik diikuti Santi.
Mendengar ucapan teman-temannya, tiba-tiba raut wajah Hira berubah kesal.
"Siapa yang kalian panggil cowok aneh?"
"Ya cowok yang kamu panggil dewa penyelamat itu, lah."
Hira mendelik ke arah Kesha karena marah mendengar temannya itu mengolok-olok Aldo.
Sejak awal mengenal Aldo, Hira tidak pernah berpikir sedikitpun kalau Aldo adalah cowok yang aneh.
Dia hanya terlihat berbeda dari cowok sebayanya yang lain.
"Aldo bukan cowok aneh. Kalian kalau ngomong jangan sembarangan, ya," kata Hira ketus, lalu menghentakkan kakinya dan meninggalkan teman-temannya yang melongo keheranan.
“Aneh sekali. Kenapa dia mendadak semarah itu?” kata Kesha menatap kepergian Hira.
***
Hira berhenti di parkiran motor dan menunggu Aldo yang tidak muncul-muncul.
'Kamu di mana?'
Hira mengetikkan pesan dan menunggu di sebelah motor Aldo yang masih terparkir manis bersama beberapa motor siswa lainnya.
Aldo merogoh ponsel di saku celananya dan melihat pesan dari Hira, cowok itu kemudian membalasnya singkat, 'Di belakangmu.'
Hira mendongak dan refleks menoleh ke belakang di mana tahu-tahu Aldo sudah berdiri di sana.
Wajah cowok itu terlihat berbeda, lebih segar dan tidak suram seperti biasanya.
"Ayo kita berangkat."
Aldo melirik Hira yang sedang mengenakan helm. Dia sedang memikirkan kejadian menarik yang tanpa sengaja ia saksikan beberapa menit yang lalu.
Siang ini, Aldo keluar kelas lebih lambat dari biasanya karena hari ini adalah jadwal piketnya, begitu selesai piket dengan sedikit tergesa dia berjalan ke arah parkiran motor.
Dia pikir dia sangat terlambat, namun ternyata Hira juga baru saja keluar kelas dan berjalan bersama teman-temannya.
Karena jarak di antara mereka tidak terlalu jauh, sayup-sayup Aldo bisa mendengar percakapan yang terjadi di antara mereka.
Aldo bisa mendengar mereka sedang membicarakannya, dan teman-teman Hira bertanya apakah gadis itu pacaran dengannya.
Aldo mengerutkan keningnya saat mendengar gosip murahan itu dan seperti yang sudah dia duga, Hira menampiknya dan bilang kalau mereka hanya berteman.