The Meaning Of You

Febby Juniatara
Chapter #5

LIMA

Hira mengintip kelas Aldo yang sudah hampir kosong, hanya tersisa beberapa siswa yang sedang piket di dalam kelas.

Tadi gadis itu sudah menunggu Aldo hampir 15 menit di parkiran motor namun cowok itu tidak kunjung muncul. Motornya pun tidak ada. Hira berpikir apa Aldo sudah pulang duluan karena cowok itu ada urusan. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Hira berinisiatif untuk mengunjungi kelas cowok itu. Barangkali cowok itu memang tidak membawa motornya dan masih ada di kelas.

"Aldo? Dia ga masuk hari ini, katanya sih sakit." kata Daniel, teman sekelas Aldo yang dicegat oleh Hira saat hendak membuang sampah.

"Ah, dia ga bilang sakit apa?"

"Kurang tahu, sih. Coba aja telepon orangnya langsung."

"Oh, oke. Makasih ya, teman sekelas Aldo." Hira segera menjauh dari kelas Aldo dan mengeluarkan ponselnya. Tidak ada pesan dari Aldo yang mengabari kalau cowok itu sakit. Perasaan Hira sedikit kecewa karena dia tidak tahu sama sekali kalau Aldo sakit, dia pikir kalau mereka berdua sudah cukup dekat, tapi Aldo tidak memberitahunya kalau cowok itu tidak sekolah.

Hira mendesah. Dia lalu menelepon supir pribadinya. "Halo Pak Amir, tolong jemput aku, Pak. Iya, aku masih di sekolah."

Hira mematikan teleponnya dan duduk termangu di pinggir lapangan basket. Sekolah benar-benar hampir sepi, cuma ada beberapa orang yang sedang ekskul olahraga dan guru-guru yang masih belum pulang.

Gadis itu mengetuk-ngetukkan jarinya ke layar ponselnya, dan memutuskan untuk menghubungi Aldo dengan mengiriminya pesan.

'Do, aku dengar kamu sakit? Sakit apa?'

Lama tidak ada balasan dari Aldo membuat Hira tidak sabar dan akhirnya menelepon cowok itu.

Tut...tut... Ponsel Aldo berdering pelan sementara cowok itu sedang setengah terlelap. Matanya sangat berat untuk di buka dan kepalanya sakit sekali.

Diana yang saat itu kebetulan masuk ke dalam kamar Aldo untuk mengecek kondisi Aldo melihat bahwa ponsel putranya itu berdering pelan, tertulis dilayar ponselnya nama Hira.

"Hira?" Diana bertanya-tanya, kira-kira siapa Hira.

Aldo masih setengah sadar dan kini sedang berjuang untuk membuka matanya. Melihat Aldo yang terlihat belum bisa menerima telepon, Diana memutuskan untuk mengangkat telepon dari Hira.

"Halo?" sapa Diana.

"Halo," balas Hira di ujung telepon. Hira sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar suara lembut wanita.

"Ini siapa?" tanya Diana.

"A... ini Hira. Apa Aldonya ada?"

"Aldonya sedang tidur. Hira siapanya Aldo?"

"Saya, saya temannya Aldo. Kalau boleh tahu ini dengan siapa?" tanya Hira hati-hati.

"Saya Mama Aldo," jawab Diana.

Terkejut, Hira berdiri tegang dan menjawab dengan gugup.

"Se... selamat sore, tante. Maaf saya tidak bermaksud mengganggu Aldo. Saya hanya ingin tahu Aldo sakit apa dan bagaimana keadaan Aldo sekarang," cerocos Hira.

Diana tertawa. "Tidak apa-apa Hira. Aldo hanya flu. Kemarin dia kehujanan. Istirahat sehari besok juga dia akan sembuh."

Lihat selengkapnya