The Meaning Of You

Febby Juniatara
Chapter #6

ENAM

Karena keasikan mengobrol dengan Diana, tanpa terasa waktu sudah berlalu dan jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam. Aldo yang sedari tadi hanya jadi pendengar obrolan Mamanya dan Hira, melirik ke arah mereka berdua lalu melirik lagi ke arah jam dinding.

"Sebenarnya siapa yang dia jenguk, sih? Kenapa mereka jadi akrab sekali, padahal baru pertama kali bertemu." batin Aldo keheranan.

Dia tidak menyangka kalau Mamanya akan se-welcome itu pada Hira.

"Ehem...," Aldo berdeham memberikan isyarat pada Hira dengan matanya.

"Tante, udah malam, aku pulang dulu, ya," kata Hira.

"Eeehhh, jangan dulu. Kamu kan belum makan malam. Makan malam disini aja ya sama tante dan Aldo," bujuk Diana.

"Gak usah tante. Aku makan di rumah aja."

"Aduh, jangan dong. Kamu kan udah repot-repot mau jenguk Aldo. Aldo juga ga keberatan kok kalau kamu makan bersama disini. Iya'kan Do?" Diana melirik ke arah Aldo dengan tatapan mengintimidasi. Aldo hanya bisa mengangguk pasrah.

"Tapi...," Hira masih berusaha mengelak.

"Gak ada tapi-tapi-an. Pokoknya Hira harus makan malam bareng kita."

"Iya, kamu makan aja disini. Mamaku juga masak banyak makanan, kok. Kamu kan suka makan," ujar Aldo membuat muka Hira memerah, tapi Hira tidak menampiknya, dia memang suka sekali makan.

"Oh ya? Tante tuh paling senang sama anak yang doyan makan, loh Hira. Gak kayak Aldo, makannya sedikit, makanya dia kurus kayak orang cacingan," kata Diana sambil mengambilkan nasi untuk Hira dan Aldo.

Aldo hanya bisa cemberut sambil menerima piring yang sudah berisi nasi pemberian mamanya.

Hira tertawa mendengar pembelaan Diana padanya. Pasti rasanya menyenangkan jika dirinya bisa memiliki mama sebaik Diana.

***

Aldo mengantar Hira sampai ke gerbang rumahnya dimana Pak Amir sudah menunggu sejak tadi. Sementara Diana sedang membereskan piring kotor sisa makan malam mereka dan tidak ikut mengantar sampai ke depan rumah.

“Tunggu sebentar ya, Pak,” kata Hira yang di jawab dengan anggukan pelan oleh supir pribadinya itu.

Mata Hira beralih ke arah Aldo yang sejak tadi cuma diam.

"Sekali lagi makasih ya untuk makan malamnya," kata Hira memulai pembicaraan, senyum tidak lepas dari wajah cantiknya.

Aldo cuma bisa mengangguk canggung dan mengalihkan pandangannya ke langit malam yang penuh dengan bintang malam itu. Hira ikut menatap ke arah langit lalu berdecak kagum.

“Wah. Bintangnya banyak sekali.”

Aldo melirik ke arah Hira dan diam-diam tersenyum tipis.

"Terima kasih karena kamu udah mau repot-repot datang kesini. Padahal kamu ga perlu kesini," kata Aldo pelan. Hira melirik Aldo.

"Loh, tentu saja aku harus kesini, dong. Kamu kan sakit juga karena kehujanan habis dari rumah aku kan."

Aldo tidak membantah, cuma dia juga tidak berpikir kalau itu salah Hira. Memang hujannya saja yang saat itu terlalu deras.

“Ah, ngomong-ngomong aku juga minta maaf karena aku lupa memberitahumu kalau aku tidak masuk sekolah. Seharian ini aku tidur.”

Lihat selengkapnya