The Meaning Of You

Febby Juniatara
Chapter #11

SEBELAS

Arabella duduk termangu menatap ponselnya di depan sebuah toko aksesoris. Dia sengaja janjian dengan Hira di sana agar sahabatnya itu dapat dengan mudah menemukannya.

Sudah berapa lama ya mereka tidak bertemu? Sepertinya sudah 3 minggu atau mungkin sebulan kalau Arabella tidak salah ingat.

Terakhir mereka bertemu adalah untuk merayakan ulang tahun Arabella. Saat itu, Hira mengajaknya staycation selama satu malam di sebuah hotel bintang 5 di Jakarta.

Mereka memang jarang bertemu setelah Hira memutuskan untuk bersekolah di SMA Satya Garuda alih-alih SMA pilihan mereka sebelumnya.

Kalau di pikir-pikir, ini adalah tahun keempatnya bersahabat dengan Hira. Ternyata waktu sudah lama sekali berlalu sejak mereka pertama kali kenal saat duduk di kelas 1 SMP Putri Grisela.

Mereka cepat menjadi dekat karena mereka duduk sebangku dan bergabung di ekskul yang sama.

Arabella yang juga baru pindah ke Jakarta, merasa senang bisa mendapatkan teman baru di sekolah barunya.

Saking dekatnya, mereka juga berjanji untuk masuk ke SMA dan kuliah di tempat yang sama. Tapi, kadang keinginan tidak berbanding lurus dengan kenyataan.

Menjelang pembukaan penerimaan siswa baru yang di adakan oleh sekolah tujuan mereka, Hira tiba-tiba berubah pikiran.

Arabella yang merasa terkhianati akhirnya bertengkar hebat dengan Hira setelah gadis itu mengatakan kalau dia tidak bisa pergi ke SMA yang sama dengannya.

Padahal Hira selalu bilang kalau mereka akan selalu bersama.

Awalnya Arabella sangat marah dan memutuskan untuk menjauh dari Hira. Dia butuh waktu untuk bisa menerima keputusan Hira.

Hira-pun tidak menghubunginya sehingga Arabella pikir kalau persahabatan mereka sepertinya memang sudah berakhir.

Tapi, beberapa minggu setelah itu, Hira datang ke rumahnya dan menangis sambil memeluknya.

Arabella bertanya-tanya, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kamu terlihat sedih sekali?

Hira, gadis itu hanya menangis sambil berkata bahwa dia sudah tidak sanggup menanggungnya sendirian.

Hira minta maaf padanya karena sudah egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri, dia juga bilang jika Arabella boleh membencinya karena hanya muncul di saat dia butuh tapi dia sangat membutuhkan seseorang saat itu dan yang bisa dia pikirkan hanya Arabella.

Arabella sungguh kebingungan, dia tidak mengerti apa yang Hira maksud. Namun, kemudian di sela-sela tangisnya, Hira mengatakan segalanya.

Dia mengatakan kebenaran yang selama ini mati-matian di sembunyikan olehnya. Tentang penyakitnya serta alasan kenapa dia memilih SMA Satya Garuda.

Arabella patah hati mendengar kenyataan pahit tentang sahabatnya.

Arabella memeluk Hira sangat lama dan di hari itu, mereka menghabiskan waktu dengan menangis bersama hingga kelelahan.

***

"Bel," Hira menepuk pundak Arabella yang terlonjak kaget. Ponsel yang dia pegang nyaris saja jatuh.

Gadis itu terlihat seperti orang linglung kemudian mendongak dan melihat Hira di hadapannya.

"Hira. Ngagetin aja, deh."

Hira terkikik. "Aku udah manggil-manggil kamu loh dari tadi. Lagian kamu kenapa bengong begitu? Ga takut kesambet?"

Arabella tersenyum. "Yah, hanya sedang memikirkan masa lalu."

Hira memandang Arabella dengan pandangan menyelidik.

"Apaan sih? Bukan mikirin kamu, kok, " Kata Arabella.

"Aku ga ngomong apa-apa, tuh."

Arabella berdiri dan menatap Hira, gadis itu meneliti setiap jengkal tubuh Hira dengan alis berkerut.

"Kamu kok kurusan, sih?"

Hira menunduk dan ikut memperhatikan tubuhnya.

"Benarkah? Tapi rasanya aku gemukan loh, lihat aja nih pipi aku sangat tembam dan belakangan ini nafsu makanku luar biasa."

"Begitukah? Baguslah kalau begitu. Ayo, kita makan dulu."

Hira cuma mengangguk lalu mengikuti Arabella yang berjalan lebih dulu dan mensejajarkan langkahnya.

"Kamu udah nunggu lama?"

"Gak kok. Aku yang datangnya kecepetan. Hehehe..." Arabella terkekeh. Hira tersenyum.

Hira tahu kalau Arabella sudah menunggu nyaris setengah jam dari waktu yang mereka janjikan.

Bukan niat Hira untuk datang terlambat tapi memang kondisi jalan raya dari RS ke Mall tempat mereka janjian agak macet sehingga dia tidak bisa datang tepat waktu.

Hira lalu memeluk lengan Arabella.

Lihat selengkapnya