The Meaning Of You

Febby Juniatara
Chapter #13

TIGA BELAS

Diana dan Deina adalah saudara kembar yang lahir disebuah keluarga sederhana.

Mereka tidak dikaruniai kekayaan namun mereka mewarisi kecerdasan dari kedua orang tua mereka yang bekerja sebagai guru.

Sejak kecil kedua kakak beradik kembar itu sudah sering mengikuti berbagai lomba dan banyak dari lomba itu mereka menjadi pemenangnya.

Deina yang cerdas mendapat beasiswa untuk berkuliah disalah satu universitas bergengsi yang jauh dari tempat tinggal mereka saat itu sehingga dia harus mengekos.

Sementara itu, Diana memutuskan untuk berkuliah di kampus dekat tempat tinggal mereka agar dia bisa menjaga orang tua mereka yang sudah sakit-sakitan.

Kehilangan pertama mereka adalah sewaktu Ayah mereka meninggal. Itu terjadi dipertengahan mereka berkuliah.

Setelah itu segalanya menjadi berat untuk mereka terutama Deina, yang membutuhkan biaya besar karena dia kuliah di luar kota.

Ditambah Ibu mereka juga sakit-sakitan. Akhirnya, setelah pertimbangan yang panjang, Diana lalu memutuskan untuk mengambil cuti kuliah dan mulai bekerja.

Pekerjaan apapun dia lakukan, mulai dari mengajar les, menjadi pelayan resto sampai bekerja di SPBU.

Semua itu dia lakukan untuk membantu perekonomian keluarga, biaya berobat Ibunya serta mengirim uang ke adik kembarnya, Deina.

Dia berharap Deina bisa segera menyelesaikan kuliahnya dan pulang untuk membantu keluarga mereka sehingga Diana bisa berbagi beban dengannya dan juga dia bisa melanjutkan kuliahnya yang tertunda.

Namun, beberapa bulan setelah Deina lulus, Ibu mereka yang berjuang melawan penyakitnya akhirnya menyusul Ayah mereka.

Diana sangat terpukul, bukan saja karena kehilangan orang tua dan menjadi yatim piatu, tapi karena setelah itu dia mengetahui kalau adik kembarnya yang pendidikannya dia perjuangkan setengah mati ternyata hamil.

Deina hamil dari seorang pria yang dia sebut sebagai kekasihnya. Kekasih yang bahkan Diana tidak pernah ketahui seperti apa orangnya.

Selama ini Deina sengaja merahasiakannya dari keluarga kalau dia memiliki seorang kekasih karena kekasihnya itu berasal keluarga yang cukup berpengaruh.

Diana bisa mengetahuinya karena mencari tahu di internet setelah Deina menyebutkan nama keluarga yang di sandang oleh kekasihnya. Ricky Prawira.

Hal yang pertama terbersit di pikiran Diana adalah, perbedaan mereka terlalu besar, bagai langit dan bumi. Keluarga Ricky benar-benar berada di tempat yang tidak terjangkau oleh orang seperti mereka.

Deina bilang kalau keluarga Prawira tidak merestui hubungan mereka karena dia berasal dari keluarga yang sangat berbeda dengan keluarga mereka.

Diana berpikir itu masuk akal karena keluarga konglomerat seperti mereka pastilah mencari pasangan yang setara untuk putra mereka satu-satunya.

Deina dan Ricky bisa bersatu adalah hal yang mustahil terjadi. Diana bisa memahami keluarga Prawira yang menganggap kalau Deina memang tidak setara dengannya.

Diana juga sepertinya tidak bisa mendukung hubungan mereka berdua. Jurang mereka terlalu besar.

Apalagi setelah keluarga Prawira mengusir Deina setelah menuduhnya melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan yaitu berselingkuh.

Deina yang tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan dan merasa percuma memberikan penjelasan kepada keluarga Ricky yang tidak akan mempercayai ucapannya akhirnya memilih untuk pergi. Sudah cukup dengan semua hinaan yang dia terima selama tinggal di paviliun keluarga Prawira.

Meski dia sangat mencintai Ricky dan mereka berjanji akan menikah, tapi tanpa restu orang tua Ricky, pernikahan mereka tidak akan ada artinya. Mereka tidak aja bahagia.

Akhirnya setelah pergi tanpa pamit, Deina sempat tinggal disebuah kos-kosan sembari mencari pekerjaan sampai kemudian dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya setelah mengetahui kalau dirinya hamil. Dia datang kepada Diana sambil menangis minta maaf.

Waktu itu Diana tertegun begitu lama. Dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Deina yang sangat dia sayangi.

Ada rasa kecewa yang teramat sangat pada adiknya itu tapi Diana tetap mencintainya.

Begitu pula pada bayi yang sedang ada dikandungan Deina. Bagaimana mungkin dia bisa membenci seorang anak yang bahkan belum lahir.

Diana hanya butuh waktu untuk bisa menerima semuanya meski awalnya dia sangat terkejut. Bahkan dia berharap kalau semua hanya mimpi.

Sejak saat itu, Diana bekerja lebih keras. Dia membuka laundry di rumah untuk menambah penghasilan serta mengambil beberapa pekerjaan mengajar les untuk anak-anak SD dekat rumah mereka.

Sementara Deina, menghabiskan waktu di rumah karena semakin lama kandungannya semakin besar. Kekasih Deina yang sangat dicintainya itu tidak pernah muncul sekalipun mencari Deina, karena Diana bilang untuk jangan pernah menghubungi pria itu lagi.

Lihat selengkapnya