Aldo tidak membenci Mila. Tapi bukan berarti kalau dia juga menyukai gadis itu.
Aldo bisa menilai kalau seseorang itu tulus padanya atau tidak. Dan Mila termasuk kategori tidak memiliki ketulusan untuk berteman dengannya.
Bahkan sejak SD dulu, Aldo sudah tahu kalau dia harus menjaga jarak dengan Mila. Jangan terlalu dekat, tapi juga jangan terlalu terlihat kalau dia tidak menyukai kedekatan mereka.
Aldo melakukan itu karena dia tahu bahwa dia di rundung karena rumor kalau dia tidak mempunyai Ayah bukan karena Ayahnya telah meninggal, melainkan karena dia adalah anak haram yang tidak diinginkan siapapun, dan semua rumor itu berasal dari Mila.
Bagaimana Aldo bisa mengetahuinya, itu semua berkat ketidaksengajaan salah satu perundungnya yang mengatakan kalau Mila-lah yang bilang pada semua orang kalau Aldo adalah anak haram.
Yah, Tuhan memang selalu punya cara untuk menunjukkan kebenaran dengan cara yang tidak terduga dan kadang sulit sekali untuk di terima oleh akal sehat.
Itulah yang Aldo alami, Aldo bertanya-tanya pada dirinya sendiri alasan apa yang mendasari Mila melakukan itu padanya padahal mereka hanya tetangga. Aldo-pun tidak pernah melakukan hal yang dapat menyakiti hati Mila. Jadi kenapa?
Kenapa? Untuk apa Mila melakukan hal itu? Lalu siapa orang yang telah mengatakan omong kosong itu pada Mila?
Pertanyaan itu tidak terjawab sampai sekarang.
Padahal Aldo sendiri saja tidak tahu apakah yang Mila katakan itu benar atau tidak karena Mamanya selalu bilang kalau Ayahnya telah meninggal sejak kecil. Aldo yang mengenal Mamanya sejak kecil, jelas lebih mempercayai ucapan Mamanya ketimbang ucapan Mila.
Yang jelas, berkat rumor tidak berdasar itu, 2 tahun terakhir Aldo di SD menjadi cukup berat. Meski Aldo memang berusaha untuk tidak ambil pusing, namun hatinya sangat sakit tatkala rumor itu berkembang menjadi berita bahwa Diana adalah wanita pelakor.
Mamanya adalah wanita baik-baik yang bahkan tidak pernah terlihat membawa pria asing ke rumah mereka.
2 tahun lamanya Aldo menahan diri dari semua situasi tidak menyenangkan itu. Dan selama itu pula, dia harus berdekatan dengan Mila karena mereka berada di tim untuk lomba cerdas cermat mewakili sekolah.
Sebagai rekan satu tim, penting bagi Aldo untuk menjaga kerjasama dan kekompakan dengan rekan timnya yang lain.
Bagi Aldo, jangan libatkan perasaan pribadi saat ada pekerjaan. Tahan saja meski dia merasa tidak nyaman dengan Mila maupun rekan timnya yang lain.
Lakukan interaksi secukupnya karena mereka-pun sepertinya tidak ingin dekat dengannya di luar urusan perlombaan. Apalagi dengan rumor anak haram yang mengikuti Aldo, para orang tua berusaha menjauhkan anak-anak mereka dengan Aldo
Situasi Aldo membaik ketika dia masuk SMP. Mila pindah dan orang-orang yang masuk ke SMP yang sama dengannya rata-rata adalah anak-anak pintar yang tidak terpengaruh oleh rumor tentangnya sewaktu SD.
Meski tidak dekat dengan Aldo, tapi mereka juga tidak berniat untuk menyebar gosip murahan di sekolah yang belum terbukti kebenarannya tentang Aldo.
Jadi berkat itu, Aldo dapat menjalani masa 3 tahun di SMP dengan cukup nyaman dan menyenangkan.
Dan sekarang memasuki kelas 2 SMA, dia menghadapi tantangan baru.
Dia satu sekolah lagi dengan Mila. Dan belakangan ini gadis itu mulai sering sekali mengajaknya bicara. Semacam basa basi tidak penting bagi Aldo.
Aldo tahu kalau Mila melakukan itu karena dia terpilih untuk bergabung di tim OSN sekolah dan guru pembimbingnya, Bu Helen, memintanya untuk membantu Mila karena gadis itu terbilang baru sekali bergabung menggantikan Ajeng yang keluar dari tim karena pindah sekolah.