The Meaning Of You

Febby Juniatara
Chapter #19

SEMBILAN BELAS

Aldo mulai membuka buku materi OSN yang selama ini sudah dia pelajari bersama teman setim mereka sebelumnya dan menyuruh Mila untuk membacanya.

Sementara itu dia menyuruh Hira untuk mengerjakan latihan soal matematika dari buku miliknya. Meski jurusan mereka berbeda, tapi mereka memiliki kesamaan untuk beberapa mata pelajaran.

Sementara Aldo sibuk menulis rumus fisika modern berdasarkan materi dari Bu Helen sambil sesekali menjawab pertanyaan Mila tentang rumus Aljabar yang belum dia pahami. Di seberang meja mereka berdua, Hira hanya bisa membolak-balik bukunya.

Bukan karena dia tidak bisa mengerjakan soalnya, namun perasaan tidak nyaman, terasing serta pusing yang menyiksanya membuatnya tidak mampu untuk berpikir.

Aldo menghela napas melihat Hira yang cuma bisa membolak-balik bukunya tanpa berniat untuk mengisi jawabannya.

Mila pun ikut memperhatikan Hira lalu geleng-geleng kepala. Dia sungguh merasa kasihan pada Aldo karena harus mengajari orang bebal seperti Hira.

Untung saja Aldo sepertinya orang yang sabar, karena sejak tadi dia cuma bisa menghela napas frustasi.

"Ra? Kamu ga bisa ngerjain ini?" tanya Aldo.

"Ya? A...ah.... tidak. Aku bisa kok," jawab Hira pelan.

"Kalau begitu kenapa sejak tadi aku perhatikan kamu cuma membolak balik bukumu saja? Apa kamu memang tidak berniat untuk belajar?"

Deg....

Hira terhenyak mendengar kata-kata tajam yang tidak terduga dari Aldo. Selama ini, biarpun sekesal apapun, Aldo selalu dengan sabar mengajarinya, tapi hari ini?

"Maaf. Akan aku kerjakan," Hira mulai menggerakkan tangannya yang terasa kaku. Dia mulai kesulitan untuk menulis, tapi dia memaksa dirinya untuk mengerjakan soal dari Aldo.

Diana sudah pergi sejak tadi untuk mengajar les di tempat lain, sehingga saat ini hanya ada mereka bertiga di dalam rumah itu.

Hira menatap jam dinding. 1 jam telah berlalu sejak dia mengirim pesan pada Pak Amir untuk segera menjemputnya.

1 jam yang terasa seperti selamanya bagi Hira itu benar-benar membuatnya tersiksa.

Setelah insiden penolakan makan siang yang berujung kecanggungan diantara dia dan Aldo, sekarang Hira harus menghadapi sikap Aldo yang terlihat dingin sekali dalam memberikan pelajaran.

Sangat berbeda dari Aldo yang biasanya. Apakah kehadiranku mengganggunya? Memang harusnya aku pergi dari sini sejak tadi.

'Maaf, Do. Aku tidak memahami keinginanmu yang mungkin saja ingin berduaan dengan Mila. Kesempatan seperti ini memang tidak datang dua kali. Saat Pak Amir tiba nanti aku akan segera pergi dari sini. Jadi jangan khawatir.' bisik Hira dalam hati.

Dengan susah payah Hira menjawab soal pemberian Aldo lalu menyerahkan bukunya pada cowok itu yang tidak langsung segera di periksa olehnya.

Aldo sibuk memberikan arahan rumus pada Mila, dengan suara pelan dan lembut, sangat berbeda jika dibandingkan saat bicara padanya.

Suara klakson mobil di depan pagar rumah Aldo memecahkan konsentrasi di antara mereka, membuat suasana di dalam menjadi hening.

Pak Amir baru saja tiba dan ia membunyikan klakson mobil yang suaranya sangat khas.

Aldo menoleh ke arah pintu depan, mengenali suara klakson itu lalu mengalihkan pandangannya ke Hira yang sedang membereskan buku-buku miliknya yang ada di atas meja, tak lama kemudian semua buku-bukunya itu sudah masuk ke dalam tasnya, dan tidak ada lagi barang milik gadis itu yang tertinggal di meja.

Aldo tidak tahu harus berkata apa, tangannya terkepal erat dan ada perasaan kesal yang membuncah dari dalam dirinya.

Sementara Mila memperhatikan Hira yang sudah bersiap untuk pulang. Gadis itu bahkan sudah menyampirkan ranselnya ke bahu.

"Loh, Hira, kamu mau kemana?" tanya Mila keheranan.

"Maaf ya, aku harus pulang duluan. Aku lupa kalau aku ada janji dengan temanku," kata Hira.

"Kok tiba-tiba banget? Kamu pulang bukan karena ada aku disini'kan?"

Hira terkejut mendengar konfrontasi langsung dari Mila. Memang sih, walaupun dia ingin memberikan waktu untuk Aldo dan Mila berduaan, Hira juga merasa terasing di tempat ini sekarang, tapi dia tidak punya hak untuk melarang siapapun berada di rumah Aldo.

Lihat selengkapnya