The Nerd Theory (Ketika Si Kutubuku Jatuh Cinta)

Windy Tyas Patriandika
Chapter #4

Chapter Pilot [Part 3]

Namun, dari sekian banyak permintaan teman-teman sekelas kepada aku, yang paling mengganggu adalah ketika Mikail minta ditemani boker[1] di WC sekolah, saat kondisi kesehatannya sedang tidak baik-baik saja. It’s for your information, WC sekolah aku pada saat itu bukanlah WC sekolah yang terawat kebersihannya, melainkan WC sekolah yang kotor, bau pesing yang menyengat, ada banyak coretan tangan manusia kurang kerjaan di temboknya (Contohnya seperti, gambar alat kelamin cowok, atau tulisan ‘Agus ♥ Novi’[2], atau tulisan ‘Sehebat apa pun guru mengajar di kelas, sesemangat apa pun niat yang aku pupuk dari rumah. Tetapi, jika Tuhan menakdirkan ngantuk. Aku bisa apa?’), dan bahkan, terkadang ada tahi yang tidak disiram dan mengambang dengan bebasnya.

Maka, di sinilah aku sekarang. Di dalam WC sekolah, menunggui Mikail yang sedang boker di dalam bilik kloset WC, sambil memencet hidung rapat-rapat dan mencoba bernapas lewat mulut. Lima menit, sepuluh menit berlalu, tanpa ada kejadian apa-apa. Namun, selang beberapa detik berikutnya, tiba-tiba saja suara Mikail memecah keheningan WC, memanggili nama aku, ‘Dik? Dika?’

‘Iya, Mikail?’ sahut aku.

'Dik, eek aku kenapa kok ada darahnya, ya?’ kata Mikail.

Lihat selengkapnya