THE ONE I LEFT

Niar Puji Cayati
Chapter #7

PULANG DENGAN LUKA

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat Fajar sampai di Sidoarjo.

Perjalanan dari Kota Batu ke Stasiun Malang, memakan waktu sekitar tiga puluh menit menggunakan ojek daring. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan Malang-Sidoarjo yang biasanya ditempuh dua jam, yang terasa seperti dua tahun bagi Fajar. Wajahnya perih, bibirnya pecah, pelipisnya membiru. Baju putihnya ada bercak darah kering. Orang -orang di dalam kereta memandangnya iba, dan beberapa orang juga sempat menanyakan kondisinya.

Sepanjang jalan, ia tidak menangis karena dipukuli Damar. Ia menangis karena kalimat terakhir Aruna.

Untuk tidak menemuinya dan Elok lagi.

Batari sudah menunggu di ruang tamu sambil menggendong Hasya yang sudah terlelap. Umur Hasya dua tahun, pipinya tembam, napasnya teratur. Di sebelahnya, ada kotak P3K yang sudah disiapkan Batari sejak sore karena firasatnya tidak enak.

Pintu terbuka.

Batari berdiri dan langsung menghampiri suaminya.

"Ya Allah, Mas Fajar!"

Hasya yang sedang digendongnya terbangun dan langsung menangis melihat ayahnya berdarah.

Batari panik, meletakkan Hasya di boks bayi dan menenangkannya. Kemudian berlari memeluk Fajar.

"Mas, ini kenapa? Siapa yang memukuli Mas? Mas berantem? Mas, jawab!"

Fajar tidak menjawab. Ia hanya terduduk di lantai, bersandar di sofa, seperti anak kecil yang kalah.

Batari mengambil kapas dan air hangat, membersihkan darah di wajah suaminya dengan tangan gemetar.

Lihat selengkapnya