THE ONE I LEFT

Niar Puji Cayati
Chapter #10

GOLONGAN DARAH


Seminggu setelah pertengkaran itu, Elok demam tinggi.

Tiga puluh sembilan derajat. Tubuhnya yang biasanya lincah berlari di antara meja kafe, sekarang lemas di pangkuan Aruna. Bibirnya kering.

Damar panik. Semua amarahnya di hilang seketika melihat Elok kejang kecil.

"Runa, kita ke IGD sekarang. Aku siapin mobil," kata Damar.

Di IGD RS di Batu, dokter jaga memutuskan harus cek darah lengkap. Aruna memeluk Elok yang menangis saat jarum disuntikkan.

Sambil menunggu hasil, Damar mondar-mandir di koridor. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena teriak-teriak semalaman sampai membuat Elok terganggu dan tidur tidak nyenyak.

Hasil lab keluar.

Dokter memanggil Aruna dan Damar.

"Anak Ibu demam karena infeksi virus, Bu. Tidak perlu dirawat, tapi harus banyak minum dan istirahat. Oh ya, sekalian saya infokan golongan darah Ananda Elok adalah B."

Aruna mengangguk, "Terima kasih, Dok."

Damar yang dari tadi diam, tiba-tiba bertanya, "Dok, golongan darah anak bisa B kalau ibu dan ayahnya O, ya?"

Dokter menatap Damar, lalu menatap hasil lab di tangannya.

Aruna golongan darah O. Ada di rekam medisnya, karena pernah donor darah untuk salah satu pegawai kafenya yang mengalami kecelakaan.

Lihat selengkapnya