Fajar sampai sore hari, naik motor. Bajunya berkeringat. Wajahnya tampak sangat lelah setelah dua jam ngebut dari Sidoarjo ke Batu.
Damar sudah menunggu di gazebo belakang. Gazebo yang dulu menjadi tempat Damar memukul Fajar.
Fajar tidak berani masuk. Dia hanya berdiri di depan.
"Duduk," kata Damar.
Fajar duduk. Jaraknya agak jauh.
Diam lama. Tidak ada yang bicara. Hanya suara jangkrik.
Damar berkata, "Elok golongan darahnya B."
Fajar kaget, "Hah?"
Damar melanjutkan, "Aruna O, aku O. Secara teori tidak mungkin punya anak B."