Di ruang tengah, Elok terbangun. Hasya masih tidur di sebelahnya.
Elok melihat sekeliling. Ada Bunda Aruna dan Tante Batari di dapur yang mengintip. Ada Ayah Damar dan om yang tadi naik motor di gazebo.
Elok berjalan pelan ke gazebo.
Damar melihat Elok bangun. Dia langsung berdiri.
Fajar juga berdiri, gugup. Tangannya berkeringat lagi, bukan karena naik motor, tapi karena grogi.
Elok bertanya, "Ayah, kok belum bobo?"
Damar menjawab, "Belum, Nak. Ayah masih ngobrol sama... sama Om Fajar."
Elok melihat Fajar, "Om Fajar?"
Fajar jongkok agar sejajar dengan Elok. Matanya merah habis menangis.
Fajar berkata, "Iya, Om Fajar. Om dari Sidoarjo."
Elok diam, memperhatikan wajah Fajar lama. Lalu dia berkata, "Mata Om sama kayak mata Elok."
Semua orang diam. Karena memang iya, mata Elok belok seperti Fajar.