Di salah satu ruangan kamar Wisma Maharani. Terletak di pojok agak terpisah dari barisan kamar yang ada di rumah ini. Sebuah tulisan "Assalamu'alaikum Wr. Wb." Yang diukir dari kayu mahoni, berbentuk indah dengan ukir tanaman rambat sebagai figuranya.
Di dalam kamar, berdiri kokoh tembok-tembok yang tampak dingin kontras dengan berbagai furnitur di dalamnya yang mengesankan kehangatan dan ketenangan batin. Sebuah jam weker tua duduk di sudut dekat ranjang seakan ialah benda paling bersejarah bagi pemiliknya.
Di kamar ini Maripona menghabiskan malam-malam kesendiriannya. Cinta-hatinya pada Nona muda yang begitu dikaguminya terbingkai indah dalam beberapa foto yang dipajang di dinding berwarna putih tersebut. Foto yang menceritakan hari-hari indah yang dulu pernah ia miliki bersama kedua sahabat sedarahnya tersebut. Hari-hari yang kini tak lagi ia miliki, pun tak mungkin ia ulang kembali.
🎵
Sukmaku berteriak
Menegaskan kucinta padamu
Terima kasih pada Mahacinta
Menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu