Blurb
Elendria tidak hanya terbakar, tapi musnah bersama jeritan yang tak terdengar.
Thelessa, sang Ratu Muda dengan surai emas sewangi bunga vanya, dipaksa menyaksikan dunianya runtuh dalam semalam. Saat langit Elendria tertutup jelaga dan genangan darah rakyatnya membanjiri lantai batu istana, ia harus menelan kenyataan pahit untuk melihat ayah dan ibunya, Sang Raja dan Ratu Agung, memilih mati terbakar demi sebuah martabat, meninggalkan Thelessa sendirian dalam pelarian yang hampir mustahil.
Kini, dengan Sigil sebagai simbol kekuasaan ras peri di jemarinya dan pedang tipis milik ibunya di pinggang, Thelessa memulai perjalanan melintasi benua menuju Negeri Kahyangan. Namun, musuhnya bukan sekadar pasukan manusia yang tamak dan haus darah, melainkan amarah yang kian membara di dadanya. Di tengah kepungan pasukan iblis dari selatan dan pengkhianatan umat manusia, mampukah sang Ratu Muda menjaga cahaya terakhir peri, ataukah ia akan tenggelam dalam kegelapan dendam yang lebih pekat dari malam mana pun?