Aethelgard tidak pernah benar-benar tidur; kota itu hanya berganti topeng. Di balik kerlap-kerlip lampu neon etalase butik mewah dan menara kaca The High Spire yang menjulang angkuh; simbol pusat pemerintahan tempat para birokrat dan oligarki merancang undang-undang, malam di Distrik The Sumpah berbau amis limbah pabrik dan debu arang. Distrik The Sumpah adalah kawasan industri tua di pinggiran ibu kota Aethelgard. Tempat ini dulunya merupakan pusat pabrik tekstil dan pengolahan logam yang kini sebagian besar mangkrak, menyisakan bangunan-bangunan berstruktur beton kelabu, lorong-lorong sempit berbau limbah kimia, serta permukiman padat pekerja kelas bawah.
Namun, di antara reruntuhan beton kelabu dan permukiman kumuh distrik tersebut, berdirilah sebuah pengecualian mencolok: The Iron Loft. Sebuah gedung apartemen mewah berkonsep industrial-chic berlapis kaca antipeluru dengan fasilitas kelas VVIP.
Di salah satu unit seluas tiga ratus meter persegi di lantai paling atas gedung itu, Runa Senja sedang mengamuk pada nasibnya sendiri.
Ruang kerjanya tidak mencerminkan kemiskinan distrik di luar sana. Lantainya beralas marmer hitam impor, dindingnya dihiasi lukisan surealis berukuran besar, dan rak-rak buku jati dipenuhi edisi klasik bersampul kulit. Tapi saat ini, kemewahan itu berantakan oleh amarahnya.
"Bangsawan jahanam!" desis Runa tajam.
Prang!
Sebuah cangkir kristal mahal melayang, menghantam dinding dan pecah berkeping-keping. Di atas meja kerjanya, layar laptop menyala terang, menampilkan portal berita nasional dengan judul utama: Proyek Revitalisasi Distrik The Sumpah Resmi Dimulai, Pemerintah Jamin Transparansi Anggaran.
Transparansi nenek moyang mereka! batin Runa geram. Dana ratusan miliar itu menguap ke rekening gelap para menteri, sementara warga distrik diusir paksa tanpa ampun.
Sebagai penulis novel satiris yang mendedikasikan hidupnya untuk meludahi muka para penguasa, Runa tidak tinggal diam. Nanti malam, novel terbarunya; alegori telanjang tentang tikus-tikus berdasi, akan dicetak. Dua jam lalu, dia sengaja mengunggah bab pembukanya ke internet dengan tagar #RepublikPencuri.
Tidak butuh waktu lama bagi internet untuk meledak. Dan tidak butuh waktu lama pula bagi malapetaka untuk datang.