The Secret of You

Aulia Manaf
Chapter #12

Chapter 11: Kisah Ibu

  Minggu berikutnya, ibu menelpon katanya ingin main ke rumah kontrakanku. “Mbok ya ibu diajak mampir ke tempat kerjamu,” ujar ibu.

    “Iya, aku masih di kampus nih,” jawabku sambil menengok jam tangan. Masih pukul 10. Ternyata tanpa kuduga ibu sudah ada di depan rumah. Tepatnya sudah nongkrong di rumah Bu Sinten.

      “Ibu sudah di depan rumah kontrakanmu,” katanya sambil terkekeh.

    “Hah? Kok bisa? Jam berapa berangkat?” Aku mendengus mendengar jawaban ibu yang sok memberi surprise. Yang kukhawatirkan kalau ibu mendengar cerita macam-macam dari Bu Sinten tentang aku yang sedang dekat dengan Aswin. Aku janji akan pulang secepatnya setelah kuliah kelar.

                       

Sementara di teras rumah Bu Sinten,

“Bu Wina, Mbak Sanny itu baik banget orangnya. Suka memberi roti buat sarapan ke saya, juga ke tetangga belakang,” cerita Bu Sinten dengan wajah sumringah.

“Iya, dia memang suka roti selai coklat sejak kecil. Nggak mau berangkat sekolah kalau tak sarapan roti. Makanya terbawa sampai segede itu,” ujar ibu tertawa.

“Tahu nggak Bu, dia kayaknya sedang dekat sama anak laki-laki yang tinggal di belakang rumah,” perempuan itu mulai bergosip.

“Ohya? Saya belum tahu tuh,” ucap ibu yang mulai memasang wajah kepo.

“Makanya saya kasih tahu. Dia sering menjemput Sanny pulang kerja. Kalau nggak sedang dekat, nggak mungkin mereka pulang bareng, kan?” jelasnya membuat kesimpulan sendiri. Matanya berbinar ketika bercerita dengan semangat menggebu-gebu. “Saya hanya khawatir sama mereka berdua. Sebab Sanny kan jauh dari orangtua,” ujarnya sok bijak.

Ibu hanya mengangguk. “Terima kasih lho Bu, sudah memperhatikan anak saya,”

Kemudian mereka berdua minum teh hangat dan terus mengobrol beraneka topik pembicaraan. Mulai harga sembako yang terus melambung tak mau turun sampai gosip artis film.

 

Hari ini aku pulang cepat sebab kunci rumah memang selalu kubawa. Aku langsung menuju rumah Bu Sinten. Teras rumahnya luas dengan pot-pot bunga yang besar di tepi kanan kiri pilar yang menjulang. Aku mengetuk pintu rumah dan perempuan itu mempersilakan masuk. Terlihat ibuku sedang bersantai duduk di ruang tamu.

Lihat selengkapnya