The Secret of You

Aulia Manaf
Chapter #19

Chapter 18: Pulang Kampung

          

Kuliah pagi ini adalah hal paling kunanti selain bertemu dengan Nancy, dan aku akan memberi kejutan dia. Aku membayangkan betapa dia pasti melonjak kegirangan saat tahu apa yang kubawa buat dia. Aku langsung menyapanya di ruang kuliah. “Hey, tutup dulu mata kamu,” ujarku sambil angkat tangan ke kelopak matanya. 

Dia pun bertanya-tanya, “Ada apa sih? Aku kan belum ulang tahun, Say!” Dia pun langsung menutup mata protes.

“Nggak usah protes. Aku hitung sampai tiga, terus buka mata, ya! Satu, dua, tiga! Surprise!” Kuberikan novel The Secret of You tepat di depan kedua matanya yang tengah melotot.

“HAH? Bener nih sudah dicetak? Congrats, ya!” teriaknya kegirangan dan langsung melompat memelukku erat. “Aku nggak nyangka kamu beneran menyelesaikan buku ini!”

“Woi, teman-teman! Sanny punya buku baru nih!” teriaknya kepada teman-teman satu ruangan sambil mengacungkan novel itu. Mereka semua menoleh padaku dan Nancy.

“Traktirlah! BH, dong! Makan-makan!” teriak mereka riuh pagi itu dan mulai mendekatiku dengan mata berbinar melihat novelku.

Aku tersentak mendengar ucapan mereka, “BH apaan?”

“Bagi-bagi happy!” jawab mereka tertawa. Aku pun terkekeh.

“Ya sudah, silakan datang ngopi gratis di kafe Melodius jam 7 malam! Ingat ya, hanya nanti malam!” ujarku cepat. 

“Makan gratis!” teriak Nilam yang memang terkenal doyan makan gratisan.

“Apaan makan gratis? Aku bilang ngopi gratis, ya! Udah gila, kali! Royalti aja belum ada!” protesku pada Nilam. Dia pun tertawa renyah saat mendengar gerutuku. Apa boleh buat punya banyak teman tapi tak ada salahnya bikin mereka senang. “Jangan lupa beli bukunya, dong! Biar penerbit nggak rugi-rugi amat nyetak bukuku!” pesanku pada mereka. Dan mereka pun tergelak. 

Malamnya, benar saja kafe Melodius diserbu sama gerombolan teman kuliah yang ngebet ngopi gratisan. Riuh dengan celetukan tentang buku baruku dan guyonan anak kuliahan. Jam sudah menunjukkan pukul 18.30. Ternyata malam itu di sudut kafe ada Aswin yang sedang mengerjakan tugasnya di depan laptop. Cowok itu tersenyum melihat ada gerombolan anak kuliahan yang terlihat happy menikmati kopi. Ada lima cewek dan dua cowok, terlihat tiga cewek yang memakai jilbab. Semua berpakaian casual.  

Malam ini wajahmu bahagia sekali San, meskipun diselingi kesibukan diantara canda teman-temanmu. Aku berjanji tidak ingin membuat kamu bersedih, batin Aswin saat melirik canda tawa mereka.

 

Lihat selengkapnya