The Secret of You

Aulia Manaf
Chapter #20

Chapter 19: Misteri Mimpi

BAB 19

Setelah kami berpamitan kepada Ibu dengan suasana sedikit tidak nyaman karena alasan yang dibuat-buat, kami langsung naik motor menuju Malang. Nancy kubonceng dengan perasaan campur aduk. Aku tahu wajah ibu yang mengantar kami di depan rumah penuh dengan keanehan. Bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada kami berdua, tapi ibu enggan membicarakannya saat itu. Segudang penasaran itu dipendam sendiri. Itu memang kebiasaan ibu dari dulu, daripada mengutarakan isi hati tapi ujung-ujungnya salah paham dan tidak enak hati mending disampaikan pada saat yang tepat.

Tiba-tiba Nancy berteriak di tengah ramainya jalan raya, “Woy, telpon kamu bunyi! Menepi dulu, siapa tahu penting!”

Perjalanan sudah sekitar 30 menit, siapa kira-kira yang menelpon? Akhirnya aku menepikan motor dan berhenti sebentar untuk mengecek ponsel.

Aswin? Ibu masuk Rumah Sakit.

Sebuah informasi yang ditulis singkat tapi kenapa membuat hati tersayat? “Bu Ratih masuk Rumah Sakit,” ujarku datar.

“Bu Ratih ibunya Aswin?” tanya Nancy dengan nada khawatir. Aku hanya mengangguk. “Sakit apa?” tanyanya lagi.

“Aku tidak tahu. Nanti saja kalau sampai rumah aku tanyakan,” jawabku tanpa membalas pesan Aswin. Dan aku yakin Nancy juga tahu kalau aku pun punya perasaan khawatir akan kondisi ibunya. Semoga sakitnya tidak terlalu parah.

Aku pun melanjutkan perjalanan bersama Nancy setelah memakai helm dan merapikan jaket hitamku yang kurang nyaman. Debar aneh kembali kurasakan saat mendengar kabar yang berhubungan dengan cowok berkulit sawo matang itu.  

                                               *****

Tiga hari kemudian setelah menyelesaikan pesanan kue-kue untuk acara selamatan, Ibu datang ke rumah kontrakanku dengan naik bus kota. Ibu sampai di rumah jam 07.05 ketika aku sedang berdiri di depan pintu bersiap pergi.

“Ibu? Kok pagi-pagi sekali?” Aku mengerutkan dahi melihat perempuan itu senyum-senyum memberi kejutan. “Untung aku belum berangkat,” desisku.

“Nggak apa-apa, kamu mau kemana kok sudah rapi? Kan kuliah masih libur?” Ibu sedikit kaget melihat aku bersiap akan mengunci pintu.

Lihat selengkapnya