The Secret of You

Aulia Manaf
Chapter #22

Chapter 21: Kesabaran Aswin


Sementara di tempat lain, sore itu Aswin mengirim pesan kepada bu Rinda.

           “Doakan ibu saya cepat sembuh ya, Bu.”

           “Pasti, Aswin. Semoga Ibu kamu cepat sehat kembali.”

           “Terima kasih, Bu,”

  Kemudian Aswin meletakkan ponsel ke meja kecil di samping tempat tidur ibunya. Suasana ruangan itu sunyi sebab pas di ujung jalan perumahan. Dia memegang tangan ibunya yang lemah. Perempuan itu sedang tertidur setelah satu jam yang lalu selesai makan siang. Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka perlahan. Muncul Budhe Nur yang membawa makanan; roti dan buah-buahan untuk Aswin. Dia mempersilakan duduk.

  “Bagaimana kondisi ibumu?”

 “Sudah lebih baik dari kemarin. Kemarin setiap tidur selalu mengigau,” ucap Aswin. Budhe Nur mengusap rambut adiknya yang sudah tumbuh rambut putih dan kelabu.

   “Biasa, orang sakit memang sering mengigau. Cepat sembuh ya, Tih,” ucap Budhe dengan lembut ke telinga Bu Ratih. Tangan perempuan itu bergerak-gerak. “Kamu harus kuat, kan Aswin belum nikah? Kamu harus lihat suatu hari dia nikah.”

 Perempuan itu membuka matanya perlahan. “Aku ingin bicara sama kamu. Aswin suruh keluar dulu,” ucap Bu Ratih dengan suara lirih.

   “Aswin, tolong kamu keluar sebentar. Ibu hanya ingin bicara sama Budhe,”

  Lelaki sendu itu pun keluar ruangan dengan penuh tanda tanya. Ada pembicaraan apa sebenarnya sampai harus bicara empat mata? Apakah ada rahasia antara mereka?

    Setelah ruang tertutup, Budhe mendekat. “Ada apa?”

  “Kalau aku tidak bisa bertahan dengan penyakit ini, baru nanti katakan yang sebenarnya tentang Aswin.”

  “Kamu bicara apa, Tih?” Perempuan berperawakan besar itu mengerutkan dahinya. “Jangan bicara begitu,”

Lihat selengkapnya